Sebuah Pesan Dari Yang Tersayang – Hamid #NjagongHamid

Mbak @rifens_tree sudah beberapa kali hadir di jagongan sebagai penulis tamu. Kali ini Mbak Tri hadir kembali untuk menyampaikan pesan dari hamid :). Pesannya seperti apa, monggo disimak…

Jika temen-temen ingin berpartisipasi #NjagongHamid bisa kirim tulisan ke imil [email protected] atau nulis di blognya masing masing, Bebas. Tapi kalau nulis di blog sendiri, kasih trackback ke jagongan ya, atau mensen ke twitter @njagongan. Karena rencananya akan kami kumpulkan tulisan panjenengan semua. Nuwun.


 

photo_2015-05-22_14-12-36

Tanggal 20 Mei 2015 siang hari dada saya seperti dihantam sebuah pukulan paling keras seumur hidup saya, hantamannya jauh lebih besar dibanding pacar saya yang menikah dengan orang lain tentunya. Seorang kakak, saudara, teman dan guru telah meninggalkan saya…begitu mendadak. Mas Hamid telah berpulang untuk selamanya, pulang kepada Tuhan Yang Maha Esa. Satu kenyataan yang sampai detik ini saya coba pahami.

Saya belum sempat bertemu dengan beliau secara langsung, hanya lewat lini masa saya dan beliau beberapa kali sempat ngobrol ngalor ngidul pah poh. Awal kenal Mas Hamid ini saya dikenalkan oleh pak @go2n , saat itu saya sedang bingung dengan masalah Tanah Kekancingan yang ada di Jogja…lewat rasa penasaran tersebut akhirnya saya dikenalkan kepada Mas Hamid dan dari situ pula saya bertemu dengan Mas Baba @rasarab . Saat itu hanya ngobrol tentang Tanah Kekancingan semua pertanyaan saya dijawab oleh Mas Hamid dan Mas Baba sampe puas sampe saya ngedong dan ndak bingung lagi. Kemudian obrolan di lini masa pun berlanjut dengan gojeg-gojegan, yang paling sering sih ya tetep mbully pak @go2n dengan #turunjaba #metupindo dan poligaminya itu…ampun pak! Hehehehe…

Lewat Mas Hamid saya pun di kenalkan dengan @njagongan dan berjumpa dengan begitu banyak orang yang spesial, lewat beliau saya pun berkenalan dengan Mas @vetamandra , Om Iwan @temukonco , Mas @malmos dan ndak lupa dikenalkan dengan pak puh @vindrasu …orang-orang yang menurut saya istimewa, sangat istimewa. Seistimewa saya mengenal Mas Hamid.

Beberapa waktu lalu saya sempat diminta untuk membacakan tarot oleh Mas Hamid, titipan pertanyaan beliau sebenarnya sama dengan yang lain seputar kehidupan, keuangan dan masalah percintaan tapi ada satu pertanyaan yang mbikin saya agak sedih ketika beliau mengajukan pertanyaan itu ke saya, “Mbak Tri…kira-kira kapan saya akan bahagia?”. Ketika saya baca kalimat tersebut saya langsung merasa embuh…saya saat itu hanya berfikir bahwa Mas Hamid saat itu sedang butuh teman untuk bicara. Sore hari sepulang saya dari kerja saya langsung buka kartu untuk Mas Hamid dan ternyata dugaan saya benar, saat itu kartu yang saya buka menjelaskan bahwa Mas Hamid sedang butuh teman untuk bicara, butuh ketemu dengan beberapa orang baru untuk membuat proyek pekerjaan yang baru dan seterusnya…

Setelah membaca semuanya saya langsung kirimkan hasilnya ke Mas Hamid lalu beliau mengajukan pertanyaan di atas tadi dan langsung saya jawab,

“Sebentar lagi Mas…bahagiamu ndak terukur pokmen, bahagia buanget dan gak semua orang bisa sebahagia itu”.

“Waahh…Amin, semoga lekas datang ya mbak…” balasnya.

Saya saat itu hanya bisa mengartikan bahwa Mas Hamid akan bertemu banyak orang baru, usahanya lancar dan ndak perlu opname-opname lagi di rumah sakit hanya itu yang saya pikirkan. Tapi sepertinya ‘bahagia’ yang dimaksud semesta bukan itu melainkan Mas Hamid dibawa pulang ke surga dan dapat bahagia yang sesungguhnya, bahagia yang ndak bisa dibeli dengan apapun…

Saya mungkin boleh merasa paing beruntung saat ini, saya sempat ketemu dengan Mas Hamid lewat mimpi di tanggal 21 Mei 2015, dalam mimpi saya bertemu dengan Mas Jun @iwnjw ,  Mas Malmos, Pak puh Vindrasu, Mas Baba dan Pak Gogon dan ada beberapa orang lagi yang belum saya pernah tahu wajahnya. Di mimpi itu kami sedang duduk-duduk sambil koyah ada yang nyruput kopi ada pula yang nyedat nyedot es teh…ngobrol ngalor ngidul dan tiba-tiba Mas Hamid berdiri, pas di depan saya.

“Mau kemana mas?” tanya saya saat itu.

 “Mau pulang, sudah waktunya mbak…tolong titip pesen teman-teman untuk selalu srawung, selalu rukun dan ndak boleh lupa bahagia” begitu katanya sambil senyum-senyum manis bahagia.

Saat itu saya hanya ngangguk-nggangguk saja setelahnya saya diajak salaman dan kemudian beliau pergi begitu saja. Mimpi saya buyar seketika saat itu dan ketika saya bangun suara adzan subuh mulai berkumandang.

Mas Hamid, saya sudah benar-benar ikhlas dengan pulangnya sampean…pesan yang sampean titipkan pun sudah saya sampaikan meski hanya lewat tulisan ini mas. Bahagia dan tenang disana ya Mas…saya titip salam buat Papa saya kalau misalnya ketemu.

Selamat jalan Mas Hamid, doa dan rindu kami akan terus bersamamu.

Author: Veta Mandra

Karyawan Kerja Waktu Tertentu bagian HRD, tinggal di Bantul bagian timur. Istrinya satu anaknya tiga. Tiga sudah cukup, karena yang ditanggung asuransi perusahaan cuma segitu.

Originally posted 2015-05-22 19:37:09.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *