Relationship Goals

Beberapa hari terakhir ini kalau njenengan perhatikan, khususnya bagi pengguna aplikasi ask.fm, akan banyak sekali pendapat tentang seorang selebask baru bernama Mbak Awkarin. Bagi yang belum tau, monggo googling. Kemudian dia menjadi bahan perbincangan di Twitter sampai hari ini. Monggo cek beberapa akun selebtweet.

Di sini, saya ndak mau membahas tentang beliau-beliau itu. Saya mau ngomongke babagan relationship goals anak-anak muda jaman sekarang. Cek saja hastag #relationshipgoals di IG njenengan dan lihatlah betapa begitu banyaknya anak-anak muda yang relationship goalsnya terhenti di foto cudling, cipokan, gandengan tangan dengan muka bahagia, rangkul-rangkulan, dsb-dsb. Dan, beberapa foto mbak yang saya sebutkan diawal tadi menjadi salah satu referensi relationship goals anak jaman sekarang.

Baeklah, jadi gini, ini saya hanya mau share uneg-uneg saya dan keprihatinan saya saja. Tanpa ada maksud untuk memojokan atau menghina siapapun ya.

Andai adek-adek gemes itu tahu, bahwa hubungan perpacaran atau pernikahan itu tidak selalu berjalan dengan menyenangkan. Pas pacara pasti to ada ribut-rbut kecilnya, dan itu baru pacaran alis tidak setiap hari ketemu. Berbeda nanti dengan masa pernikahan, setiap hari ketemu dan harus berdamai dengan kebiasaan yang bisa dikatakan baru diketahui setelah tinggal serumah. Tinggal semalam dalam hotel tidak dihitung ya. Catat!

Kalau relationship goals itu hanya perkara iso kelon njuk difoto njuk diupload, dek, tulung awakmu mikir meneh. Kamu bisa tiap hari seperti itu, tapi ya tanggung konsekuensinya. Perlu dicatat, dek. Pacaran atau menikah ki ora muk babagan iso kelon ro umuk nang social media. Ada tanggung jawab yang harus ditanggung, apalagi kalau kamu adalah seorang lelaki.

Sampai di paragraph ini mungkin banyak yang mikir. Iki bocah opo uwes rabi kog sok-sok an ngandani. Baeklah, jadi gini, saya ndak sok nggurui dan mau berbagi saja. Kenapa seakan memaksa njenengan semua harus tahu? Ya karna bisa jadi anake njenengan meniru perilaku relationship goals yang bertebaran di jagad maya itu. Sudah siapkah njenengan?

Woiya, saya ada sedikit cerita. Beberapa hari ini saya tidur di rumah sakit dan karna itu saya jadi tahu ada pasangan yang tidak sempurna karna salah satu dari pasangan tersebut (maaf) cacat. Si bapak dari pasangan tersebut cadel. Usia mereka sudah tidak muda lagi karna si ibu memanggil bapak tersebut dengan panggilan mbah. Nah, pernahkah terlintas untuk menjadi manusia dengan segala kerendahan hati mau dan bersedia benar-benar menerima apa adanya seperti itu? Perjalanan pernikahan mereka jelas sudah puluhan tahun karna sudah dipanggil mbah. Saling pengertian antar keduanya menjadi hal yang tidak bisa ditawar karna salah satu ada kekurangan. Mereka jelas menjadi contoh anak-anak mereka dan keluarga serta tetangga di lingkungan mereka.

IMG_20160622_090221_1

Author: Alfonsa Juliana

Originally posted 2016-06-24 16:03:41.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares