Potong Rambut

IMG_20160515_161020

Monggo kita metani dewe-dewe. Dalam setahun, berapa kali kita potong rambut? Kalau yang laki-laki jelas lebih sering daripada perempuan. Tapi ya belum tentu, kalau perempuanya suka rambut pendek menawan macem Mbak Anne Hathaway di film Interstellar ya jelas kudu sregep potong rambut. Sinead O’Connor juga berpotensi sering potong rambut nek ngonoo ya. Ealah, kog adoh-adoh, Jupe juga saiki gundul plontos ya. Wes, hop. Saiki mbahas liane.

Potong rambut atau cukur kalau lelaki sering menyebutnya, bisa dikatakan sebuah ritual yang biasa dan lumrah dilakoni. Setidaknya setahun sekali kita melakukanya. Katakanlah karena mau menyambut lebaran, trus mau terlihat beda makanya kita memotong sedikit dari rambut kita.

Banyak meme yang kemaren beredar tentang potong rambut ini. Dalam meme tersebut, dijelaskan bahwa potong rambut perempuan itu mahal dan perbedaanya tidak begitu terlihat. Sedangkan, potong rambutnya laki-laki itu biayanya murah dan terlihat jelas bedanya. Nek saya pribadi memang mengamini itu. Tenin.

Kemarin sore saya menyempatkan untuk potong rambut karena memang sudah bosan dengan gaya rambut saya saat itu. Saya mau poni lempar, bukan lagi poni dora yang semua rambut poninya maju ke depan. Lantas saya datang ke tempat potong rambut langganan. Tolong dicatat, saya potong rambut di tempat potong rambut laki-laki. Potong rambut Madura mungkin semacam itu.

Hasilnya? Memuaskan. Saya memang aneh dan ndak seperti kebanyakan perempuan. Saya potong di tempat langganan saya itu cuma habis enam ribu rupiah saja sodara-sodara. Dan hasilnya ketok tenan. Saya pernah potong rambut di salon perempuan, bayar 20ribu dan hasilnya, blas ora ketok. Saya kecewa dengan salon tersebut. Njuk ora bali potong nang kono meneh. Harga paling mahal di tempat potong rambut langganan saya itu 10ribu rupiah dan itu sudah termasuk dengan keramas dan pengeringan rambut plus vitamin. Pie? Apik tenan to?

Jauh sebelum saya potong rambut di tempat lengganan saya itu, saya potong rambut ya dipotongke sama teman atau ya pekok-pekokan potong rambut sendiri. Hasilnya? Ya biasa wae. Tidak memuaskan juga tidak mengecewakan. Pokoke ya biasa wae.

IMG_20160515_154644
Seorang ibu yang mengantar anaknya potong rambut. Banyaknya rambut yang berceceran merupakan bukti kalau tempat ini laris atau keset nyapu?
IMG_20160515_160427
Bersama para ibu pengantar potong rambut.

Tempat potong rambut lengganan saya itu pelangganya juga ukih banget. Tiap sore pasti ada saja yang mau potong rambut. Apalagi kalau hari Minggu sore seperti kemaren, yang datang bejibun dan mbanyu mili. Kebanyakan anak sekolah memang, karena besoknya hari Senin dan kudu terlihat rapi kalau ke sekolah. Kemarin para ibu mengantar anaknya potong rambut dan saya mengantarkan diri saya sendiri untuk potong rambut. Hebat to?

Hayo! Uwes arep lebaran meneh loh.. Siapke dana nggo potong rambut ben mbois 🙂

Author: Alfonsa Juliana

Originally posted 2016-05-16 18:46:48.

Comments 4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares