Mencari Telur Asin Yang Asin dan Masir Makin Susah di Jogja

Bisnis-Telur-Asin

Telur asin adalah sebuah simbol perlawanan terhadap rasa lapar dan bertaham hidup dalam waktu lama. Hampir sama dengan Abon. Karena biasanya dulu waktu kecil kalau piknik atau pergi kelokasi yang agak jauh atau kemah biasanya sangu atau bekal wajibnya dalah telur asin dan abon. Namun ane tidak akan membahas tentang filosinya.

Kali ini ane akan membahas tentang keberadaan telur asin yang sesuai dengan standar kuliner lidah pak bondan agak susah. Karena hasil penelitian ane selama beberapa tahun terakhir ini dari puluhan warung makan agak susah mendapatkan telur asin yang bener bener asin bahkan mangsir. Banyak yang beredar hanya sebuah telur bebek yang di rebus terus dijual.

Memang Jogja bukan brebes, namun apakah tidak ada produsen yang bener bener profesional membahas isyu ini dan menggap ini sebagai peluang besar/ Bayangin aja di jogja ini ada ratusan warung makan, ratusan burjo yang membutuhkan telur asin sebagai lauk.

Ane adalah pelaku bisnis kuliner sekaligus konsumen sehingga sangat tahu babagan hal seperti ini. Beberapa memanng mungkin faktor terlalu cepat dalam masa pemeraman karena mungkin dikejar waktu buat produksi, Sebagian ada yang curang nemabahkan beberapa yang tidak asin dalam satu wadah. bahkan sebagian memang terang terangan membuat telur asin yang tidak asin bahkan jauh dari mangsir.

Waktu ane kecil dudu beberapa tahun sempet memproduksi telur asin dalam skala kecil, bukan ane sih yang bikin tapi sodara ane yang kebetulan mondok di krapiak dan ingin mendapatkan pemasukan tambahan dengan memproduksi dan jualan telur asin. Jaman itu pun dengan jumlah produksi yang dibilang sangat kecil kecilan pun permintaan sangat banyak, mau prosuksi banyak sodara ane masih sibuk sekolah dan ngaji jadi memang tidak ada niatan untuk memproduksi banyak.

Bayangkan belasan tahun setelah itu dengan jumlah warung semakin membludak. Telur telur asin yang menurut ane masih asin dan mangsir cuma yang dijual di alfamart dan warung tegal yang bener bener warung tegal di Jogja. Saran ane buat para produsen telur asin adalah kembalilah kejalan yang benar. Jalan yang diridoi oleh para konsumen. Dengan market dan tempat distribusi yang sangat banyak di Jogja jika memang kalian memprosuksi dengan benar dan jujur maka doa doa buruk dan umpatan para pengkongsumsi produksimu akan semakin berkurang. Karena pengkonsumsi telur asin kebanyakan memang orang orang teraniyaya dan doa orang orang teraniyaya itu tingkat dijabah oleh sang pencipta memiliki rasio 70 %.

Farian telur asin sendiri memang sudah banyak kalau di Brebes. Ane pernah merasakan telur asin rebus seperti biasa, telur asin madu, telur asin asap dan telur asin bakar. Walau memang ane masih suka yang biasa. Sedang farian itu bisa dibilang tidak begitu banyak ada di Jogja padahal peluangnya tetep besar. Bukan dijadikan oleh oleh namun konsen menyuplai ke market market yang sudah ada.

Semoga Sultan juga tergugah untuk memikirkan telur asin ini, jangan hanya diam. Sebelum isu ini menjadi isu nasional dan menjadi Jogja dadurat telur asin.

Author: iQbal Khan

Full Time Blogger | Grey Hat SEO | Web Developer & Optimization

Originally posted 2016-05-10 06:11:10.

Comments 8

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares