Lodse

Beberapa hari belakangan marak terdengar berita tentang para korban yang masuk rumah sakit dan bahkan ada yang sampai meninggal dunia setelah minum-minuman keras oplosan.

Sebenarnya dalam beberapa hal saya kurang setuju jika oplosan dimasukkan dalam golongan minuman keras alias miras. Alasannya karena ada beberapa oplosan yang jika dilihat dari kontennya, tidak layak disebut sebagai minuman.

Saya pernah melihat sekumpulan pemuda membuat oplosan ala mereka sendiri dengan cara satu baskom kecil blirik hijau berisi kopi hangat, kemudian ke dalamnya ditambahkan sesachet lotion anti nyamuk. Iya benar, lotion anti nyamuk yang biasa kita gunakan untuk memblonyo tubuh kita biar ndak diganggu nyamuk itu.

Lalu ada lagi yang -mentang-mentang namanya sama-sama alkohol-, kemudian mencampurkan alkohol industri atau alkohol medis (yang biasa digunakan untuk membersihkan koreng itu) ke ramuan minuman yang dibuat.

Padahal alkohol industri (Methyl alcohol) itu beda sekali jenisnya dengan alkohol yang bisa dikonsumsi (Ethyl alcohol). Walaupun memang dari sisi harga, biasanya alkohol industri lebih murah ketimbang alkohol yang bisa dikonsumsi.

Makanya beberapa pengoplos nakal untuk meningkatkan keuntungan mereka sering menggunakan alkohol industri yang konon bisa bikin gosong jeroan kita itu.

Tapi bukan berarti alkohol yang memang untuk konsumsi bisa dikatakan aman sepenuhnya. Ada pengalaman seseorang mendapatkan masalah kesehatan serius karena terlalu banyak mengkonsumsi. Wajar saja, apapun yang terlalu banyak biasanya ndak baik. Kalo ndak percaya coba deh minum air mineral langsung segalon. Niscaya ya kewer-kewer juga sesudahnya.

Ada lagi yang ndak kalah serem adalah mereka yang alkohol untuk konsumsi, dengan jenis minuman lain di saat yang kurang pas.

Saya pernah menemui hal ini saat menaiki bis antar kota antar propinsi (AKAP) yang rencananya akan membawa saya pulang. Namun melihat supir bis itu asyik mengoplos bir hitam yang dibubuhi bubuk minuman kesegaran berwarna kuning dalam kemasan sachet, lalu menuangkannya ke bekas botol air minum mineral ukuran 1,25 liter, saya langsung turun dan mencari bis lainnya. Horor je

Author: temukonco

traveling | movie | photography | food-lover | good-listener | secret-keeper | storyteller | TemuKonco

Originally posted 2014-12-21 07:10:46.

Comments 11

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares