Kecewa, Kagol, dan Getun

Hal-hal yang terjadi sejak beberapa bulan lalu hingga saat ini baik di tingkat nasional maupun lokal, banyak membuat orang-orang merasa kecewa.

Kecewa (Keterangan: bantal-bantal diperagakan oleh model)
Kecewa (Keterangan: bantal-bantal diperagakan oleh model)

Ada yang kecewa dengan kahanan mereka saat ini, ada pula yang kecewa karena apa yang kemarin mereka pilih tak kunjung mewujudkan harapan yang mereka dambakan. Bahkan sekarang nempur beras aja rasanya kok tambah mahal dan biaya listrik ikut-ikutan mundhak.

Ada juga yang kecewa karena ing atase kampung mereka kondhang punya banyak seniman dan juru gambar handal, eh kok pas kemarin bikin gambar lambang kampung untuk penghias gapura masuk kampung, jebul bentuknya kok ya rada nguciwani. Bukan.. Bukannya jelek lho ya, tapi mengingat juru gambar dan seniman yang turut cancut tali wandha bikin lambang itu tingkatannya sudah dhuwur misuwur, kan ya wajar kalau khalayak pengen yang lebih wangun dan gumregah.

Tapi masalah tidak berhenti di situ saja.

Ternyata to, walaupun sama-sama merasa kecewa namun khalayak memiliki pemahaman yang berbeda tentang kekecewaannya.

Di satu pihak, bersikukuh bahwa kekecewaan yang mereka rasakan ini, kalau diistilahkan dalam bahasa Jawa adalah KAGOL.

Sementara, pihak lain sangat percaya kalau kekecewaan yang dirasakan tersebut, lebih cocok menggunakan istilah GETUN dalam bahasa Jawa.

Memang mungkin kalau secara literal dan cari di kamus, kedua kata tersebut memiliki arti yang sama. Namun rasa bahasa yang ditimbulkannya berbeda.

Tapi sesungguhnya, walaupun jika didefinisikan kedua kata tersebut sukar, sehingga susah bagi khalayak mendapatkan rasa bahasa yang sama atas kata-kata tersebut, mungkin penjelasan tentang perbedaan antara GETUN dan KAGOL yang kalau diterjemahkan sama-sama artinya KECEWA berikut ini bisa memberikan setidaknya sedikit pemahaman.

Jani gidi:

GETUN: adalah perasaan yang muncul setelah kita bertemu dan ngobrol lama banget bahkan sampe jiwit-jiwitan segala dengan seorang cewek cakep, ramah, baik hati, menyenangkan, lamar-able, nikah-able, dan  nafkah-able, tapi sesampainya di rumah kita baru sadar kalau tadi kita belum sempat menanyakan nama, alamat, nomer telpon, dan akun media sosial milik bidadari jelita itu.

 

Sedangkan KAGOL: adalah perasaan yang dirasakan pasangan suami istri yang selama ini menjalani LDR, namun saat sudah siap melakukan kewajiban ibadah selayaknya suami istri di malam hari, eh ndilalah kok anak e nglilir dan ndak mau tidur sampai pagi.

 

Demikian. Gimana? 🙂

Author: temukonco

traveling | movie | photography | food-lover | good-listener | secret-keeper | storyteller | TemuKonco

Originally posted 2015-03-06 16:10:50.

Comments 17

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares