Kawruh Basa

kawruh-basa

Beberapa bulan yang lalu, sekitar jam 7 malam saya buka Instagram dan nemu foto yang diupload teman kantor berupa skrinsyut tampilan suatu aplikasi bernama “Duolingo”. Dari nama dan skrinsyutnya, sepertinya itu aplikasi untuk belajar bahasa asing. Ketoke kok menarik, lalu saya coba unduh dan instal.

Setelah nginstal, saya disuruh milih mau belajar bahasa apa. Dari pilihan bahasa yang ada, saya milih belajar bahasa Esperanto karena udah dari dulu penasaran dengan bahasa tersebut. Esperanto ini adalah bahasa buatan manusia yang bukan hasil budaya suatu bangsa, makanya saya penasaran.

Setelah milih bahasa lalu saya disuruh milih bobot latihan. Saya pilih yang casual saja, yaitu 5 menit per hari dan saya mulai dari nol puthul alias level beginner. Pilihan porsi latihannya ada 5, 10, 15, dan 20 menit per hari. Mungkin kayak porsi latihan kebugarannya Mas Bon gitu kali ya. Mbuh ding.

Setelah njajal-njajal Bahasa Esperanto, saya lalu nyoba Bahasa Jerman yang dulu pernah saya pelajari jaman SMA. Jebul wis lali kabeh, ingetnya ya cuma Ich liebe dich gitu. Apalagi Bahasa Jerman ini tiap benda punya jenis kelamin dan pengucapan seringnya beda dengan tulisan. Tambah mumet lak an.

Demi mencegah mumet, saya ganti lagi ke Bahasa Polandia. Ndak ada alasan khusus sih, yang jelas malah tambah mumet karena Bahasa Polandia ini akar bahasanya sama sekali beda dengan Bahasa Inggris atau Bahasa Indonesia. Belum lagi huruf-huruf yang pengucapannya beda dengan yang kita pakai sehari-hari. Opo tumon tulisan “wroclaw” dibaca sebagai “vrots-waff”?

Timbangane lidah saya keseleo, akhirnya kembali lagi ke Bahasa Esperanto yang memang dibuat sama antara tulisan dan pengucapan biar nggak mbingungi.

Mayan lah dalam beberapa bulan ini ada kesibukan daripada cuma utak-utik berusaha nyelesaiin level Candy Crush yang nggak selesai-selesai.

Oiya ada program pelajaran Bahasa Inggris juga untuk njenengan-njenengan yang berbahasa Indonesia lho.

Author: Yeni Setiawan

Papa muda berbahaya. Berbahaya karena suka makan dan tidur, tidak produktif.

Originally posted 2016-07-13 10:57:31.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares