Disemprit Offside dan Rencana Resign #NjagongHamid

Saya mengenal sosok Hamid sejak sebelum Facebook dan Twitter ramai, sering berjagongan via YM. Sesekali bertemu ketika nonton Jagongan Wagen di Padepokan Bagong yang kala itu sedang happening. Pada awal Twitter mulai populer, Hamid menjadi salah satu inisiator @jogtug. Akhirnya saya jadi lebih mengenalnya, setelah Jogtug membuat acara hore-hore nan lucu.

Sering kami janjian untuk ngobrol-ngobrol di angkringan, biasanya di Kang Har atau Lek Min. Ngobrol santai atau membahas babagan agak serius ketika dahulu membantu Bos @medwinz. Eh iya, biasanya kami bertiga dengan Bernad.

Suatu malam Kami janjian mau ke angkringan, “Mid.. Nad.. nanti setengah sembilan malam ke Kang Har ya”, ajakku. Anak lanang saya saat itu masih bayi, rutin jam 8 malam ngeloni mengantar dia tidur. Si Kecil tidur, sayapun tak sadar mak ler merem bablas. Terbangun setelah hape berdering, Hamid telepon, “Mas offside mas, sudah jam setengah sepuluh”. “Sori kebablasen turu, oke meluncur”, jawab saya. Hal ini sering terjadi, janjian molor karena saya kebablasen tidur, maaf ya Mid dan Bernad.

Masih banyak cerita tapi saya langsung lompat ke suatu malam pada bulan April yang lalu.

Hamid bilang dia kepengan sate klatak Pak Bari di Pasar Jejeran. Saya balas, tak kancani. Hamid sampai lebih dulu, “Pripun kabare mas, sehat mas”, sambil senyum mleweh khas, dia menyambut saya.

Kami ngobrol ngalor-ngidul, dia surhat pengin resign dari tempat kerjanya. Saya bilang, kok buru-buru to Mid? cuma wacana to? semacam wacana bangsa kita — Indonesia Bebas Korupsi. Hamid bilang sudah mantep karena tidak cocok dengan tugas barunya.

Selesai makan dan ngobrol saya mau ngeluarkan dompet, tapi Hamid bilang dia yang traktir. “Mumpung masih punya gaji Mas, saya yang bayar, besok-besok belum tentu gajian lagi” kata Hamid.

Kemudian kami berpisah, saya pulang sedangkan Hamid mau mampir ke rumah Vetamandra.

Rabu Wage, 20 Mei 2015 kemarin, mak tratap mendapat kabar duka, Muhammad Hamid yang saya kenal dengan bermacam nickname, @hmd, @duajanuari, bocahmiring, mukiyo hingga original_sastro dipundut Gusti Allah. Inna lillahi wa innaa ilaihi roji’un.

Ternyata makan malam di Sate Klatak Pak Bari bulan April yang lalu, pertemuan saya dan Hamid yang terakhir kali. Benar kata Hamid, dia benar-benar resign bahkan dia ‘berpamitan’ dengan teman-teman di kantornya.

Selamat jalan Mid, Kami hanya bisa mendoakan agar kamu diberikan tempat yang terbaik di sisi Gusti Allah. Maafkan bila saya punya kesalahan dan janji yang belum ditepati.

Originally posted 2015-05-21 15:54:52.

Comments 2

  • Aku juga terakhir ketemu ya pas abis ketemu mas yan di malam itu. Tiba-tiba ndhodog lawang rumah.

    Sugeng Kondur Mid

  • Hamid salah satu orang yang saya kenal pertama kali di Jogja, jauh sebelum saya kenal dengan yang lain. Jauh sebelum ramai-ramainya medsos. Allah punya rencana hebat untuk Hamid. Semoga kamu tenang dan bahagia sekarang Mid. Bahkan setelah kamu tiada, orang-orang akan selalu inget kamu terutama bahwa hidup itu ndak hanya sekedar materi dan angka-angka. Hari minggu kemarin saya janji akan ketemu Hamid kalau ke Jogja, sebuah janji yang ndak bisa saya penuhi lagi :'(

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares