Daster Sebagai Pembentuk Pribadi Perempuan

Pe rem pu an. Sekali lagi Perempuan!

Bukan bermaksud seksis atau semacamnya, tapi sungguh kami sangat terheran-heran, ada seorang mb mb yang mau ikut njagong dan ngomongken suatu hal dari sudut pandang perempuan. Kami yang sudah terbiasa #lanangkabeh inipun cukup berasa waw, ketika menerima kiriman tulisan buat bahan njagong dari seorang perempuan.

Untuk yang mau lebih kenal dengan Mb Juliana ini, bisa ikuti twitternya. Sekedar bilang hai atau tanya-tanya soal daster yang sepertinya sodara beliau sungguh sudah nglothok :mrgreen:


Obrolan kali ini mungkin agak nyeleneh karena setelah beberapa kali membicarakan tentang makanan dan minuman, kali ini saia mencoba untuk berbagi opini dan ketahuan saia tentang pakaian bernama daster..

Konon, pakaian ini menjadi idola para kaum lelaki baik yang sudah beristri maupun yang masih bujang dengan catatan mereka sudah dewasa atau akil balik. Kenapa menjadi idola? Karena meskipun bentuknya hanya begitu begitu saja namun apabila dikenakan saat selesai mandi keramas dengan handuk dikepala membuat wujud perempuan menjadi terlihat lebih menarik, menunjukan sifat keibuanya, dan bahkan seksi tiada dua #halah

Makanya mungkin tak jarang ada diantara sepersekian persen para kaum lelaki suka melihat mbak mbak atau ibuk ibuk muda yang sedang njemur klambi dengan kostum kebanggaan ini. Hayo do ngaku! Mungkin, inspirasi dari terdesignya daster karena jaman dulu para perempaun Jawa menggunakan jarik sebagai pakaian utamanya lantas dipadukan sengan stagen dan baju kebaya kutubaru. Dikarenakan perempuan di Jawa selalu identik dengan dapur, pupur, dan kasur; maka pakaian berjari ini pun tak luput ikut masuk ditiga ranah perumahtanggan ini. Ketika di dapur yang notabene dekat dengan sumur jelas mereka tidak menggunakan pakaian komplit dengan stagen dan kebayanya dikarenakan keduanya dikumbah. Maka, mereka menggunakan jarik saja dengan style pinjungan.

Jaman berubah dan mode pakaianpun berubah tentunya. Masyarakat khususnya para designer membuat design daster hanya seperti itu saja. Los tanpa banyak aksen ataupun aksesoris karena memang inspirasinya dari jarik pinjungan tadi. Yang menjadi menarik adalah bahan dan motif dari daster tersebut. Mulai dari yang polos sampai yang motifnya abstrak ndak jelas, polkadot sampai kartun kartun lucu, bahkan yang print pun ada. Begitu banyaknya pilihan membuat para suami atau siapapun menjadi mudah untuk memilih ketika mau member hadiah kepada perempuan terkasih mereka toh?
Tadi sudah disinggung bahwa jarik sebeluam adanya daster erat kaitanya dengan perempuan yang sering identik dengan kasur, dapur, dan pupur. Maka begitupun juga dengan keberadaan daster ini. Pakaian tak formal yang nyaman ini kerap digunakan di tempat tidur, di dapur, dan sebelum memakai pupur atau bedak. Sungguh pakain yang multifungsi sebetulnya, saiangnya tak bisa digunakan ketika kondangan. Adapun baju kondangan yang menyerupai design awal daster disebut long dress dengan aksesoris pating clekunik yang membuat mripat wegah ndelok saking ramene.. :I

Note: Sebetulnya, jika para perempuan sadar; pakain daster ini ibarat boomerang bagi mereka. Bagaimana tidak, sebetulnya keenakan mengenakan daster akan membuat tubuh perempuan menjadi lebar dan perut iku ikutan los. Maka dari itu, wahai para lelaki, jika mau menghadiahi daster kepada sorang perempuan, sertakanlah korset supaya perutnya tidak njembing.

Author: Alfonsa Juliana

Originally posted 2014-12-03 10:10:15.

Comments 10

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares