Bukti Negara Indonesia Adalah Negara Yang Selo

Postingan ini tidak berdasarkan data atau infografis lengkap, tapi cuman berdasarkan feeling saja, jadi kalau ada kesalahan data mohon maaf ya.

Jadi di semua media massa sekarang lagi ngetrend pembahasan sebuah kumpulan yang dulunya ditakuti karena pergerakannya dikabarkan sedang bangkit, tapi menurut saya kok enggak bakal bangkit. Nah, sebenernya ndak ada hubugannya sih di postingan kali ini, meski ada sedikit nyrempet-nyrempetnya. 😐

Jadi gini, beberapa waktu lalu saya secara tidak sengaja ketika menjelang akan tidur biasanya buka buka socmed dulu via HP, di sebuah lini masa teman ada yang ngeshare tentang sebuah brand kaos. Nah, ketika saya buka, wah apik. Trus ntah kenapa kok jempol saya bisa sampe kemana-mana, akhirnya tiba di mana ada link yang memberikan tautan ke sosial media yang lain. ruwet ya?

Nah, ketika saya buka, makjegagik! saya kaget banget! ternyata sebuah brand kaos tersebut ada komunitasnya. FAK TENAN! BRAND KAOS LHO, ADA KOMUNITASNYA! nah.. trus saya cek lagi, ada tautan orang tersebut, saya penasaran, kemudian nemu barang jual beli brand tersebut. Nah, saya liat lah lapak itu. Di dalamnya ada sebuah kaos(kalau saya gak salah inget), kaos dijual, keterangannya: KAOS merk X, 2nd, 1 kali pake, komplit name tag, plastik dan nota. Nah, saya liatlah thread lapak itu, dan ternyata ADA YANG BELI! BAYANGKE BRO! KAOS 2ND DISTRO2AN SECOND’E LAKU! BAJILAK BANGET!

Jujur saya waktu itu kaget, asli! Ya, gimana gak kaget, wong saya dulu itu pernah dodolan kaos via online juga, ya, kalau boleh sombong sih saya salah satu perintis dodolan kaos dan perintis lapak jual beli online yang punya tag-line komunitas terbesar di Indonesia itu. 😎

Sampai sekarang saya masih gak habis pikir. Bagaimana seseorang itu bisa membuat sebuah brand menjadi fanatik, apa sih keistimewaan barang tersebut sehingga bisa membuat orang bisa jualan kaos 2nd yang barunya sekitar seharga 180ribu-an itu dan LAKU! ini saya masih bingung. Ini saya butuh ilmu dari para marketer-marketer jago dan para pelaku iklan. AKU AJARI! 🙁

Nah, kemudian, perkara komunitasnya, saya sendiri juga gumun, kenapa bisa hanya merk sebuah pakaian saja, bisa sampe ada komunitas per kota. Ini lak ya wangun sekali dari sebuah brand sehingga membuat brand itu punya rasa memiliki yang kuat.

Nah, lalu saya melihat sebuah komunitas yang isinya motor/mobil dengan warna  yang sama dlsb, lama-lama ada komunitas ban dalam merk sama, dop merek sama. Nah, ini berarti bukti orang Indonesia itu selo sekali kan. Kabeh-kabeh dadi komunitas dan akhirnya mengkotak2kan diri? Trus, apalah arti Bhineka Tunggal Ika? Bukankah perbedaan itu indah, Tuips? halah

 

Originally posted 2016-06-11 15:04:26.

Comments 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares