Inovasi itu bernama Bakso Tusuk Sainah

Yes! Betul. Menurut saya, bakso tusuk merupakan sebuah penemuan manusia yang bisa kita syukuri. Bagaimana tidak? Regane sek murah, gur limangatus gelo, dengan rasa daging yang tipis-tipis sudah bisa membuat keinginan kita untuk melahap makanan bernama bakso yang biasanya harganya diatas limaribu rupiah sudah terpuaskan. Ada keunggulan lainnya? Bisa pakai saos, sambal, dan kecap sepuwasnya. Kadang, malahan, rasa sambalnya lebih pwedes daripada sambal di warung-warung bakso.

Salah satu yang sangat fenomenal adalah Bakso Tusuk Sainah. Saking fenomenalnya, warung bakso ini sudah buka cabang di wilayah Sleman. Kalau saya tidak salah, di kawasan Demangan Baru (Mrican, dekat kampus Sanata Dharma). Awal dulu, setahu saya, bakso Sainah ini berada di Jalan Siluk, dan sampai sekarang masih beroprasi. Jangan kira bentuknya adalah bapak gerobak. Bentuknya betul-betul warung. Njenengan bisa makan di sana atau dibawa pulang. Bahkan, kulakan pun bisa. Yes! Njenengan tidak salah baca. Warung bakso tusuk ini juga melayani untuk kulakan. Percayalah, yang kulakan tidak sedikit. Cukup banyak karena mereka menjualnya lagi dengan gerobak.

Bakso Tusuk Sainah ini selain memiliki rasa sambal yang pedasnya diatas rata-rata, mereka juga menyediakan bakso tusuk dengan pilihan olahan yang beragam. Godog, goreng, dan bakar. Semuanya enak dan fresh from the oven wong diolah didepan mata yang beli. Ketika sore hari, kalau anda berniat mencicipi ke sana, siapkan kesabaran ekstra karena anda harus mengantri bersama dengan para pemburu dan penggemar bakso tusuk ini. Bayangkan, apa nggak revolusioner penemuanini? Bakso tusuk loh, nganti kudu ngantri le tuku. Suatu ketika saya pernah bertanya dengan petugas yang masak bakso tusuk, dalam sehari bisa habis berapa bahan baku, namun sayangnya mereka ndak mau mengaku. Mungkin, sudah diwanti-wanti untuk tidak mengatakan apapun berkaitan dengan produk mereka.

Dahulu, sebelum bakso tusuk ini merajalela, ada bakso tusuk Paijo yang bergerobak pink wara-wiri atau manggrok mencari pembeli. Sekarang, bakso tusuk ini sudah agak jarang dan berganti dengan bakso tusuk berwarna dominan hijau, itulah Bakso Tusuk Sainah. Sekarang, beberapa penjual bakso tusuk juga menawarkan dengan kuah ( Coba cek di Alfamart Jalan Parantritis) supaya ada pembeda dan kalau makan bakso pakai kuah kan ya jadi mirip-miriplah dengan bakso yang di warung makan to? Bahkan ada yang menawarkan dengan daun bawang juga. Malah seperti Bakwan Malang.

Kalau ditanya, lebih enak mana Sainah sama Paijo. Bagi saya kabeh kui mau B aja, tetapi saya selalu mendahulukan ke Sainah. Bagi yang mencari olahan bentuk lain selain bakso tusuk godhog, Sainah adalah jawapannya. Monggo, Lur 🙂

Author: Alfonsa Juliana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares