Alat Kontrasepsi Paling Aman

Malam itu malam Jumat Kliwon, hujan deras disertai geledeg dan thathit yang menyambar-nyambar. Andrea dan Gagan sedang menikmati malam mereka di depan TV. Anak-anak sudah berhasil ditidurkan sejam yang lalu.

“Mas, aku mau ganti KB” Kata Andrea

“Lo kenapa kok mau ganti?” Tanya Gagan

“Ini lo mas, pantatku sampai njarem disuntiki terus, mas sih nggak ngerasain” Jawab Andrea

“Wah la aku biasanya nyuntik je Dik, hehehe”Canda Gagan

Andrea  memakai KB suntik beberapa bulan ini, setelah sempat memakai KB jenis spiral setelah kelahiran anak kedua. Waktu Andrea bilang mau memakai KB Spiral, Gagan sempat aneh dengan namanya, ini KB apa jilid skripsi pikirnya. Maklum sebagai mantan mahasiswa kalau ingat spiral pasti ingat jilid skripsi. Sebelum memakai KB jenis spiral, Andrea memakai KB jenis suntik. Jadi KB suntik ganti spiral lalu balik ke suntik lagi, rauwis-uwis.

Setelah menikah, Gagan dan Andrea sepakat untuk tidak KB, mereka ingin segera memiliki momongan. Entah karena thokcer atau karena apa, Andrea langsung hamil sebulan setelah mereka menikah. Setelah melahirkan putra pertama, mereka sepakat untuk KB.

“Mas, aku tak KB saja ya”

“Iya dik, mas sih setuju saja, sing penting kamu bahagia”

“Ih mas ini, malah gojeg” Kata Andrea sambil njiwit Gagan

“Nanti kalau Raga sudah agak besar, baru kita program bikin adiknya ya mas”

Setelah beberapa pertimbangan, akhirnya Andrea memilih KB jenis Suntik. Meskipun beberapa teman ada yang menyarankan untuk jangan memilih KB jenis Suntik, alasannya nanti bisa tambah gemuk. Tapi itu tidak berlaku pada Andrea, badannya masih tetep sama seperti dulu, nggak tambah gemuk juga tidak tambah kurus. Mungkin efek KB itu berbeda-beda pada tiap orang, pikirnya.

“Mas, si Raga sudah pengen adik tu, sudah kesepian katanya”

“Siap” Jawab Gagan singkat.

Satu tahun kemudian, lahirlah Angga putra kedua mereka. Jarak antara Raga dan Angga 5 tahun. Jadi kalau Raga umurnya 20 tahun, Angga umurnya 15 tahun, sudah cukup jelas kan. Gagan dan Andrea sepakat hanya memiliki anak dua saja. Kurang tahu alasan mereka apa. Bisa juga karena kantor mereka terletak di dekat Kantor BKKBN yang memasang poster “2 Anak Cukup”. Bertahun-tahun melewati dan membaca poster itu mungkin membuat terpatri jelas di alam bawah sadar mereka.

“Dik, aku tak yang KB saja ya” Kata Gagan memulai percakapan

“La emang Mas mau KB apa?”

“Aku mau KB mantap Dik”

“Mas mau Vasektomi??”

“Aku nggak mau kalau Mas Vasektomi, nanti Mas bisa nyuntik kemana-mana”

“Biar tetep aku saja yang KB Mas” Ujar Andrea

“Yo wis Dik ndak papa, sing penting kamu bahagia, Mas gampang” Kata Gagan

“Aku mau KB spiral ya mas, kata Dokter Puji itu cukup aman”

“Jangka waktunya pemakaiannya lima tahun, jadinya aku nggak usah bolak-balik tiap bulan ke Dokter kayak pas waktu pakai suntik” Tambah Andrea

“Sing penting kamu bahagia Dik”Kata Gagan

“Ah mas bisa saja” Kata Andrea sambil nyubit Gagan

“Tapi itu aman to Dik?”

“Aman Mas, temenku banyak yang makai spiral juga kok. Belum ada yang kebobolan” Jawab Andrea.

Bulan pertama, bulan kedua, bulan ketiga sampai tahun pertama tidak ada masalah dengan spiral yang dipasang. Memasuki tahun kedua:

“Mas, aku kok keputihan ya”

“La kamu kan memang putih to Dik” Jawab Gagan

“Bukan putih itu Mas, putih pek thay itu lo” Kata Andrea

“Terus akhir-akhir ini, kalau lagi berhubungan rasanya agak sakit-sakit gimana gitu Mas”

“Aku jadi nggak nyaman Mas”

“Kayaknya kita harus konsultasi dengan Dokter Puji deh Dik” Kata Gagan

“Nanti Mas tak bikin janji dengan Dokter Puji ya Dik, semoga saja kita dapat urutan awal. Dokter Puji kan antriannya panjang banget Dik”

“Iya mas, semoga dapat urutan yang awal”Kata Andrea.

Keesokan harinya, Andrea dan Gagan menemui Dokter Puji untuk konsultasi masalah yang dialami Andrea

“Hmmmmm” Dokter Puji bergumam

“Gimana Dok”Tanya Gagan dan Andrea hampir berbarengan

“Ini kemungkinan ada masalah dengan spiralnya, ya namanya benda asing yang dimasukkan ke dalam tubuh. Ada kemungkinan tubuh menolak kehadirannya” Kata Dokter Puji

“Jadi solusinya gimana Dok” Tanya Gagan

“Solusinya ya spiralnya diambil, terus kalau masih mau KB berarti ganti metode lainnya”Kata Dokter Puji

“Terus kalau menurut dokter, KB atau kontrasepsi yang paling aman apa ?”Tanya Andrea

“Menurut saya, alat kontrasepsi yang paling aman yaitu nggak usah berhubungan, kalau memang sudah nggak tahan, ya udah cubit-cubitan” Kata Dokter Puji

“Pak Dokter, kok sampeyan lucu bianget to” Kata Gagan sambil pengen nimpuk Dokter Puji dengan Mikroskop

“Maklum mas bekas penyanyi, Hehe”

 

 

 

 

Author: Veta Mandra

Karyawan Kerja Waktu Tertentu bagian HRD, tinggal di Bantul bagian timur. Istrinya satu anaknya tiga. Tiga sudah cukup, karena yang ditanggung asuransi perusahaan cuma segitu.

Originally posted 2015-02-03 12:00:47.

Comments 19

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares