Daster Yang Tertukar

“Mosok kamu pulang disambut istri pakai daster?” Kata Eko ke Pak Gagan

“La emangnya kenapa Ko?” Tanya Pak Gagan

“Kamu sebagai suami sudah capek-capek bekerja ya harusnya disambut istri yang dandan cantik dan mungkin harusnya pakai Linjeri” Jawab Eko

Pak Gagan diam, dalam hatinya diapun membenarkan perkataan temannya. Memang Eko nggak salah, harusnya aku waktu pulang kerja capek-capek disambut yang seger-seger di rumah, Pikir Pak Gagan. Nanti kalau aku malah liat yang seger-seger bukan di rumah gimana, pikirnya lagi. Dia teringat kalau istrinya punya beberapa Linjeri dan Piyama, cuman entah kenapa kok dibiarkan saja terlipat di dalam lemari.

“Aku harus berbuat sesuatu, agar Susinta istriku itu mengenakan kembali Linjeri-linjeri itu” Kata Pak Gagan lirih biar Eko tidak mendengar.

Di tempat kerja Pak Gagan tidak bisa memikirkan pekerjaannya, di pikirannya hanya ada rencana jahat untuk menyingkirkan daster-daster yang sering dipakai Susinta, istrinya itu. Saat bel tanda waktu bekerja berakhir, Pak Gagan bergegas ke parkiran motor, dislahnya motor setengah bebek setengah motor lanang kesayangannya. BRUMMMMM Pak Gagan tidak pernah cenanangan dalam berkendara, selalu berhati-hati dan mematuhi peraturan lalu lintas. Selalu menglakson pak polisi sambil mengucap “Halo Ndan”. Mbuh maksude apa.

Tidak butuh waktu lama, kira-kira setengah jam kurang, Pak Gagan sudah sampai di rumahnya. Setelah menyetandarkan motornya, Pak Gagan mengetuk pintu rumah TOK TOK TOK Assalamu’alaikum Bune! Kata Pak Gagan. Tak lama kemudian, Istri semata wayangnya sudah membukakan pintu.

“Wa’alaikumsalam Pakne” Jawab Susinta

Lalu Susinta membawakan tas Suaminya dan tidak lupa menawarkan kopi spesial buatannya. ” Tak bikinin kopi spesial buatan istri yo Pakne”

Pak Gagan hanya manggut-manggut, lalu tangannya mengambil remote TV dan menekan tombol power. Sambil menonton tivi Pak Gagan menyruput kopi istimewa buatan istri. Pak Gagan sudah menemukan rencana jahat untuk menyingkirkan daster-daster istrinya.

“Pakne..aku mandi dulu ya”Kata Susinta ke Pak Gagan.

Pak Gagan menjawab dengan manthuk manthuk saja. Setelah istrinya masuk kamar mandi dan terdengar suara Cebyar-Cebyur dari kamar mandi, Pak Gagan langsung ke lemari mencari daster-daster Susinta di tumpukan lipatan baju. Semua daster akhirnya berhasil diambil oleh Pak Gagan. “Sekarang tinggal disembunyiin saja HAHAHAHA” Kata Pak Gagan. Pas Istrinya selesai mandi, pas Pak Gagan selesai menyembunyikan daster-daster milik istrinya.

“Bune..aku tak mandi dulu ya, Ben seger, Ben wangi” Kata Pak Gagan

Byar Byur Cegar Cegur…

Pak Gagan lalu keluar kamar mandi, seperti biasa dia selalu bawa baju ganti ke kamar mandi, jadi ya keluar kamar mandi sudah memakai baju nggak andukan.

“Bune…kamu dimana Bune?” Pak Gagan mencari Istrinya

“Aku disini Pakne..”Jawab Susinta sambil mendatangi Pak Gagan.

Pak Gagan hanya bisa melongo waktu melihat Istrinya.

Kejadian selanjutnya adalah asal usul legenda #metupindo

Author: Veta Mandra

Karyawan Kerja Waktu Tertentu bagian HRD, tinggal di Bantul bagian timur. Istrinya satu anaknya tiga. Tiga sudah cukup, karena yang ditanggung asuransi perusahaan cuma segitu.

Originally posted 2014-11-25 10:31:11.

Comments 22

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares