Keblasuk di Gang Sempit Alas Mentaok

Sebuah wilayah yang dahulunya adalah Alas (hutan) Mentaok, kini dikenal dengan nama Kotagede atau orang sekitar menyebutnya Sargede (Pasar Gede) karena terdapat pasar yang dianggap besar pada kala itu.

Saya ndak akan cerita tetang Babad Alas Mentaok, sejarah jumenengnya Panembahan Senopati membangun dinasti Mataram. Nanti ada yang bilang “Gudeg manggar adalah perlawanan” sambil ngacungi tombak turunan Kyai Baruklinthing. Ampun mas ampun..

Beberapa waktu lalu saya menemukan video di Youtube, mengisahkan lorong-lorong, gang sempit di Kotagede. Bagai labirin yang sulit ditemukan ujungnya. Bisa membuat orang keblasuk (tersesat) hanya muter-muter di kampung tak bisa keluar ke jalan besar, halah.

Sebagai kawasan heritage, melewati gang-gang sempit banyak melewai bangunan tradisional jawa. Sesekali terdengar suara dentingan pengrajin perak saat mengukir karyanya, suaranya khas dan ngangeni.

Keblasuk di sebuah gang di sekitar Masjid Gede Mataram, mesjid tertua sisa peninggalan Mataram Islam, mungkin akan berpapasan dengan bapak-bapak sepuh berpakaian jawa, abdi dalem kraton baik Jogja maupun Surakarta. Mereka bertugas sebagai juru kunci komplek masjid yang meliputi makam P. Senopati dan Sendang Selirang. Menurut cerita yang beredar di kalangan bocah-bocah, bila nyemplung di sendang itu bisa kesedot sampai ke Segoro Kidul.

Di sekitaran Masjid yang terletak di Desa Jagalan ini banyak ditemukan tetenger bertulis Pakubuwono, ini di wilayah Jogja tapi Sinuwun Kraton Surakarta ngeksis.

Kotagede SKA
Grup musik kondang yang sering nembang bercerita tentang sekitaran Jembatan Sayidan, ya mereka Shaggy Dog, angkat sekali lagi topimu kawan… Wa malah roaming, Sayidan itu letaknya di Negoro kata orang Sargede. Ini ndak mbahas genre SKA ding mas.

Kotagede SKA adalah akromin Kotagede Surakarta, sering disingkat lagi jadi Kotagede SK, hemat abab. Rikala perjanjian Gianti tahun 1755, Mataram dibagi menjadi Surakarta dan Yogyakarta. Wilayah Kotagede pun ikut dipecah, sebagian ikut Pangeran Mangkubumi sebagian ikut Sunan Pakubuwana III sehingga disebut Kotagede SKA. Juga di Imogiri terdapat pula Imogiri Surakarta.

Pernah jagongan di bangsal Komplek Makam dengan Mas Bekel Hastono Raharjo seorang abdi dalem Kraton Ngayogjakarta, beliau bercerita babagan sejarah masjid dan makam, kemudian menyinggung Kotagede SKA. Saya jadi teringat rikala masih kecil, saya capet-capet mendengar babagan Kotagede SKA ini. Umurmu piro mz? Heh!

Wilayah Kotagede SKA ini semacam enclave, meliputi bekas komplek Kraton Mataram dan Masjid Gede Mataram yaitu Desa Jagalan dan Singosaren. Kemudian wilayahnya melompat, ke seberang timur Kali Opak yaitu Desa Ngroso (Segoroyoso), Bawuran, Wonolelo. Kemudian naik ke gunung ke Desa Terong, Jatimulyo. Mbayangke, klo dari Bawuran ke Terong naik lewat tanjakan Cinomati baik naik sepeda atau jalan kaki pasti kempolnya pasti atletis dan keceng.

Singkat cerita, semuanya berubah ketika diterbitkan Perda DIY No. 1 tahun 1958, Kotagede SKA menjadi wilayah DIY. Untuk detailnya monggo diwaos piyambak nggeh. Mbayangke maneh, klo warga Kotagede SKA mengurus KTP kudu ke Klaten, piknik.

Impleng
Nah, kalau pas malam hari keblasuk di Sargede, jangan takut bertanya dengan mas atau bapak yang sedang kebagian jatah impleng. Istilah ronda mungkin terlalu mainstream, di Kotagede dan sekitarnya istilahnya impleng.

Sepertinya istilah ini hanya digunakan oleh warga Kotagede dibekas kota lama, pernah bertanya teman yang rumahnya di Gedongkuning (wilayah Kecamatan Kotagede) tapi tidak tahu istilah impleng. Ada tempat lain yang menggunakan istilah impleng?

Suguhan atau camilan impleng yang legendaris adalah makanan khas kotagede roti mbang (kembang) waru berwarna coklat dan gompo, berbentuk setengah lingkaran semacam ketan goreng berisi srundeng.

Setelah impleng ya ngantuk, ono kacu diuntel-untel njuk ceritane cuntel.

Oh ya, cek kalender dulu jangan keblasuk di Kotagede pas hari pasaran Legi pasti jalan macet di sekitar Pasar Kotagede.

Originally posted 2014-11-06 13:00:51.

Comments 26

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares