Category «Jagongan»

Tulup

Dahulu, jaman ketika cahaya bintang masih menjadi penguasa malam, jaman ketika rumah-rumah memiliki pojok-pojok berhias lengas, hasil dari lampu teplok berbahan bakar minyak tanah, adalah jaman ketika kegiatan keluar malam adalah sesuatu yang membanggakan, terutama bagi anak-anak. Kala itu, ketika Bon Setiajo masih berumur 18 tahun, hampir bisa dipastikan tidak ada anak-anak yang kelayapan di malam …

Antara Hujan, Kenangan, dan Mie Rebus

Mas Husein, sang mahasiswa Universitas Terbuka yang juga berpropesi sebagaikru percertakan datang lagi dan bersedia untuk njagong lagi. Kali ini sodara beliau bercerita tentang mie rebus. Sekalian merayakan Palentin ala londho, mie rebus yang disajikan Mas Husein diberi bumbu spesiyal. Spesiyal pake nggrantes. Oiya, bagi yang belum juga berkenalan dengan Mas Husein, boleh lho follow …

Rok Span: Sebuah Simbolisasi Perjuangan Kaum Perempuan

Mbak Juli datang dan njagong lagi! Setelah dulu pernah njagong dan ngobrolke soal daster, kini saudari beliau njagong lagi perihal rok span senengan e Pak Dir Vindrasu. Saia mungkin terlihat kepengen eksis, hahaha.. Tidak, tidak.. Saia hanya ingin menumpahkan isi kepala saia saja. Sebetulnya saia juga ada blog, tempat dimana saia sebut sebagai rumah virtual …

Saya dan Mie Ayam

Saya suka mie ayam, bisa dibilang fanatik mungkin. Mie ayam ndeso yang tidak dipisah antara kuah dan mienya. Entah kenapa kok kurang sreg rasanya makan mie ayam yang dipisah kuahnya. Sebelum mengenal kelezatan mie ayam, bakso menjadi menu favorit saya. Kalau diajak Papa jajan di luar dan jajannya adalah bakso pasti pesan Bakso Kuah. Selalu …