Tips Mencegah Keblondrok Saat Wisata ke Yogyakarta

Seperti yang sudah diperkirakan, liburan akhir tahun membuat Yogyakarta dibanjiri wisatawan. Tentu saja ini membahagiakan bagi mereka yang bekerja dan mencari nafkah dari sektor pariwisata di daerah ini.

Seiring dengan derasnya wisatawan yang berbondong-bondong berlibur ke sini, ramai pula cerita-cerita pengalaman para wisatawan (maupun non-wisatawan) baik yang indah-indah dan mengesankan, maupun cerita-cerita pengalaman keblondrok saat berlibur di sini. Mulai dari parkir yang tarifnya melejit di atas peraturan yang berlaku, bakul yang nuthuk para pembeli di warung-warung lesehan.

Ndak percaya? Ini beberapa cerita pengalaman kurang menyenangkan yang dialami wisatawan dan non-wisatawan yang berkunjung ke sini berikut ini:

Tapi tenang saja, jangan sampai kejadian-kejadian itu membuat berkecil hati dan kapok mampir sini lagi. Karena kalau saya wisatawan yang berlibur ke sini, saya akan melakukan hal-hal yang akan diceritakan di sini nanti, dan semoga ini bisa membantu kawan-kawan yang punya rencana berlibur ke tempat ini di masa liburan yang akan datang, sehingga meminimalisasikan peluang keblondrok dengan seksama.

  1. Kalau tidak kepepet, jangan parkir di lokasi-lokasi yang punya potensi tinggi menarik tarif parkir jauh di atas tarif resmi. Bisa googling untuk mengetahui lalu menghindari tempat-tempat tersebut.
  2. Jalan kaki, dan temui hal-hal unik yang mungkin akan terlewatkan kalau kita menggunakan kendaraan bermotor.
  3. Jika memungkinkan, gunakan Trans Jogja kalau siang
  4. Kalau malam, becak, taksi, atau taksi motor, bisa jadi alternatif juga.
  5. Untuk becak, lakukan tawar menawar sebelum naik. Tanyakan ke orang-orang setempat tarif umum jasa becak dari satu titik ke titik lainnya.
  6. Jangan sampai tertipu dengan tukang becak yang menawarkan harga sangat murah untuk jasa berkeliling suatu wilayah wisata. Alih-alih jalan-jalan, tukang becak itu akan mengantarkan kita ke toko-toko oleh-oleh dan cindera mata di sekitar lokasi tersebut yang memberikan bonus/tip tertentu pada tukang becak yang bersangkutan setiap kita membeli oleh-oleh dan cindera mata di toko yang bersangkutan. Inilah sebenarnya yang dicari tukang becak itu, bukan uang jasa mengantarkan yang kita berikan yang nilainya relatif murah tadi. Masalahnya, seringnya kita tidak minat membeli oleh-oleh dan cindera mata tersebut, dan ini bisa bikin tukang becak e kagol.
  7. Untuk taksi, sebisa mungkin minta pakai argo, dan biasanya taksi-taksi yang mangkal supirnya agak enggan menggunakan argo. Kalau ini terjadi, mending berlalu dan mencari taksi yang tidak ngetem atau bisa juga lewat telpon.
  8. Karena di liburan panjang / akhir pekan akan sangat susah cari taksi, sebaiknya saat menemukan supir taksi yang cocok, minta nomer telpon supirnya agar besok-besok kita bisa menghubunginya via japri. Perhatikan jadwal sopir taksi tersebut, biasanya mereka satu hari kerja, satu hari libur, selang-seling dengan partnernya. Kalau bisa tanyakan juga nomer hp partner supir taksi tersebut, dan jika besok ingin menggunakan jasa taksi itu, bilang ke supir taksi kita untuk menyampaikan ke partnernya, lalu kalau bisa kita juga menghubungi si partner itu untuk mengingatkan kalau besok kita ingin menggunakan taksinya.
  9. Biasanya, taksi yang pelayanannya bagus mobilnya lebih terawat ketimbang yang pelayanannya mawut.
  10. Kalau tidak mau repot, sewa mobil bisa jadi pilihan yang menarik. Sebaiknya pesan jauh-jauh hari, kalau perlu bilang kita pengen sopir yang gimana (muda, tampan, telaten, perhatian, apapun…) 😀
  11. Ada beberapa rental mobil yang tak hanya menyediakan jasa sewa mobil, tapi juga menawarkan paket-paket berwisata yang tidak itu-itu aja dan akan memberikan kesan dan pengalaman yang keren. Iya, karena bisa jadi kita dibawa ke obyek wisata yang mungkin sebelum kita ke tempat itu, kita tak sadar kalau itu ada di sini.
  12. Buang gengsi, sebelum beli tanyakan berapa harga makanan/minuman yang ditawarkan di warung-warung lesehan.
  13. Sekiranya harganya mahal, (sampai total lebih 1 jutaan), mending meluncur ke beberapa tempat makan yang lebih baik dari sisi pelayanan dan kemasan dengan harga yang tak jauh berbeda. Banyak rumah makan yang menyediakan bebek peking enak dengan harga tak sampai 1,5 juta kok.
  14. Kalaupun memang ingin merasakan sensasi makan lesehan, mending cari di daerah Gejayan. Selain lesehan, rasa makanan di sini jauh lebih enak ketimbang di tempat-tempat yang dengan biadab nuthuk para pembelinya. Jangan lupa, selalu tanyakan berapa harganya sebelum membeli.
  15. Terakhir, harus diingat Daerah Istimewa Yogyakarta itu menurut Wikipedia luasnya 3,133.15 km2, dan percayalah masih banyak tempat yang luar biasa keren, berudara lebih segar, tidak beraroma pesing, dengan tarif parkir yang tak mencekik dan penjual yang tidak nuthuk para pembelinya kok.

Semoga kawan-kawan tidak kapok dan liburan mendatang bisa menikmati bagian yang lebih bersahabat di sini yaa..

Author: temukonco

traveling | movie | photography | food-lover | good-listener | secret-keeper | storyteller | TemuKonco

Originally posted 2015-01-04 10:18:43.

Comments 17

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares