“Tep Kudu Keriting Soer” #NjagongHamid

Penulis tamu berikut adalah mas @dimsoer , yang sering dipoyoki Hamid dengan sebutan “Giring KW 10” . Monggo disimak saja, tuturan mas @dimsoer mengenai Muhammad Hamid.

Jika temen-temen ingin berpartisipasi #NjagongHamid bisa kirim tulisan ke imil [email protected] atau nulis di blognya masing masing, Bebas. Tapi kalau nulis di blog sendiri, kasih trackback ke jagongan ya, atau mensen ke twitter @njagongan. Karena rencananya akan kami kumpulkan tulisan panjenengan semua. Nuwun.


 dimsoer

Mas Hamid sering bertemu saya ketika jaman dulu kala. bersama arga, tonisb, bernad, pamantedi, rimang, masiwanjw dll dkk dst bermain ceki di angkringannya arga gedong kuning yang sudah lamsek lama sekali, membuat saya yang tidak punya teman kala itu menjadi berasa punya teman banyak sekali. setiap malam pulang kantor ke tempat teman2 berada sampe jam 2 pagi baru pulang. mas hamid selalu menyapa duluan kalo liat duluan, tidak pernah ragu.

Satu memori tentang mas hamid teringat jelas waktu itu saat pernah rambut saya takkeriting. sehari bisa sepuluh kali bilang “rupamu malah wangun keriting soer”. tapi karang yo hamid, gur tak anggep lalu saja sambil ngguyu. tapi siapa yang mengira.. sampai berbulan bulan kemudian ketika rambut keriting saya sudah kembali lurus seperti sedia, setiap kali bertemu juga selalu saja sapaan pembukanya beliau itu: “tep koe kudu keriting og soer”. saya selalu senyum kalo mengenang mas hamid, buat saya sosok seorang mas hamid itu adalah yang orangnya berpendirian, berprinsip, dan konsisten soal apa yang beliau oke dan tidak.

Baik. saya takkeriting lagi. sekali dan untuk terakhir kalinya mungkin, untuk mengenang mas hamid dan semangat membaranya untuk mengkritingkan saya kembali. sambil nulis ini saya cerita ke istri dan atas ijin istri saya, saya dipersilahkan keriting lagi. istri sendiri pernah sekali ketemu mas hamid pas main sama genna ke warung, kesan yang didapat istri saya “itu tadi siapa sih yang? orangnya santai banget , sangar tapi sopan”. takjawab “itu legend”.

Kalau Tuhan mengijinkan umur panjang, rambut yang sekarang masih cepak ini akan saya buat kriting sekali lagi tepat di 100 harimu nanti. kami semua, saya dan istri doakan dari sini agar dirimu damai dan enjoy di atas sana.

Malam ini saya taksejenak mengenang dirimu mas hamid, seorang sahabat yang humble dan baik, sambil mempraktekkan ungkapan yang pernah saya dengar terucap olehmu: “udud sek, ndak edan”.

salam njagonghamid.

dimsoer,

Author: Veta Mandra

Karyawan Kerja Waktu Tertentu bagian HRD, tinggal di Bantul bagian timur. Istrinya satu anaknya tiga. Tiga sudah cukup, karena yang ditanggung asuransi perusahaan cuma segitu.

Originally posted 2015-05-23 10:31:05.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares