Tentang Piring Terbang, USDEK, Prasmanan dan Nyinom

ulama-saudi-larang-warga-makan-sepuasnya-di-restoran-prasmanan

Dua Minggu ini kebetulan ane hampir melakukan kegiiatan njagong hampir 10 tempat dan kebetulan dengan adat yang hampir berbeda. Sejak ane kecil ada 2 metode dalam dunia perjagogan dalam neyajikan suguhan makanan pernikahan. Ada istilah USDEK yang lebih lama ane kenal dan sekarang lebih kekinian dengan nama Piring Terbang dan ada yang Prasmanan.

Piring Terbang atau USDEK

Piring terbang atau USDEK biasanya kebih sering di impletasikan oleh warga mataram seperti jogja, solo dan sekitarnya. Namun ane membuat statustuk di Jogja kota sendiri hampir jarang dilakukan dengan metode ini. Metode ini kalau di jawa sendiri biasanya prosesi pernikahan hampir dilakukan dengan cara lama, Generasi ane kebawah biasanya agak memeng dengan model ginian karena mungkin dianggap lama. Padahal unsur budaya dalam metode ini sangat kental dan biasanya tamu disuguhi acara dari akat sampai menerima tamu, kalau yang lebih tradisional lagi dari proses misal mitak telur dll. minimal paling cepet 1.30 jam.

Yang unik dari model piring terbang adalah makanan datang bergiliran datang. D awali dengan tamu yang datang dan menikmati jalannya acara dilanut dengan teh nasgitel yang kekuar beserta snack. Selang beberapa menit dapat dipastikan hidangan dengan datangnya sop atau makanan berkuah terud disusul dengan makanan berat, nasi dengan lauk sambel goreng ati, sate dll dan ditutup dengan hidangan es krim. Itulah kenapa disebut USDEK. Pasugatan (jamuan) dimulai dari Unjukan (minuman, biasanya didampingi snack), Sop (makanan pembuka, tidak harus sop bisa juga varian lain), Dhaharan (makanan utama), Es (bisa es puter, es krim, atau cocktail), lalu Kondur (pulang).

Metode ini untuk saat ini masih banak dilakukan khusunya daerah Bantul, Wonosari, Gunung Kidul, Klaten sampai Solo dan Sragen. Berbeda dengan sistem USDEK disolo yang memang biasanya keteringan, USDEK di kota lain tersebut itu biasanya makanan adalah hasil masak bareng dari para warganya atau sering disebut rewang. Kata ini pun selal ane dengar sejak masih dijogja karena keetulan ummi ane seing melakukan kegiatan rewang atau masak bareng2 drumah yang punya hajat. Apalagi semenjak ane pindah piyungan.

Kalau didaerah ane kegiatan ini akan berjalan dengan otomatis jika ada ajat dirumah salahsatu warga.konsekunsi tidak tertulisnya jika ibu ibu males dateng tidak ngabarin secara berkali kali biasanya jika besok dia mengadakan acara yang sama tidak akan banyak yang ikut membantu

Ciri ciri USDEK biasanya ketika kamu dateng sudah banyak kursi yang tertata dan yang utama ada meja disetiap 2  baris kursi biasanya banyak dipastikan pernikahan akan menggunakan metode USDEK. Dalam sistem USDEK peran laden atau sinom sangat penting sebegai pendistribusi makanan ke tamu.

Nyinom atau Laden

Kalau didaerah yang menggunakan ketering dalam proses USDEKnya biasanya laden atai sinom nya sudah satu paket dari mereka, namun jika didaerah yang ane sebutkan diatas biasanya laden atau sinom dilakukan oleh pemuda karang taruna atau pemuda desa setempat. hampir sama dengan rewang ada konsekuensi tidak tertulis jika kita sebagai warga muda namun tidak mau melakukan kegiatan ini. Biasanya nanti juga kalau kita ada hajat mereka jadi males jadi laden juga.

Kegiatan seperti ini hampir hilang namun masih ada. Di tempat ane di Piyungan masih ada. Namun seiring perkembangan jaman dan orang mungkin tidak punya waktu sehingga sudah banyak yang menggunakan metode Prasmanan.

Prasmanan

Prasmanan sendiri adalah metode dimana tamu mengambil sendiri makanan yang sudah disediakan. Metode seperti ini untuk para tamu biasanya tidak lebih dari 20 menit. Dateng salam dengan pengantin dilanjut dengan makan dan pulang. Metode ini diterapkan juga karena lebih cepat dalam prosesi acara dan juga tidak meribetkan yang punya acara apalagi kalau pesen ketering. Kalau tetap menggunakan rewang hasilnya akan sama saja karena kita juga akan melakukan kegiatan asah2 sendiri. Yang dipangkat hanya prosesi acara dan laden. Walau biasanya tetep butuh laden buat ngukuti makanan.

Mau prasmanan mau USDEK jika didesa yang utama adalah kebersamaan antar warga, karena kegiatan ini intinya menolong yang punya hajat dan berharap ketika besok kita ada hajat juga akan diringankan pekerjaannya. mau USDEK mau Prasmanan kalau buat ane sama aja. Yang lebih penting buat ane adalah njagongnya sama siapa 😐

Author: iQbal Khan

Full Time Blogger | Grey Hat SEO | Web Developer & Optimization

Originally posted 2016-01-25 11:54:50.

Comments 13

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares