Rahasia Dibalik Kode Singkatan di Film-film JAV

JAV atau yang kalau diudari kepanjangannya adalah Japan Adult Video, kalau diartikan ke bahasa Indonesia menjadi Video Dewasa Jepang, atau lebih mudah disebut Sepep Jepang. Sebelum membaca lebih lanjut, apabila umurnya belum cukup atau tidak suka dengan topik di bidang sepep, bokep atau yang saru-saru silakan langsung tutup saja tab di browser anda. Keberadaan JAV di Indonesia dibantu oleh populernya Miyabi atau mbak Maria Ozawa. Mbak Miyabi ini sangat populer di Indonesia, padahal di Jepang dia nggak terkenal-terkenal banget. Kalah kalau sama Mbak Akiho Yoshizawa, Mbak Rio, Mbak Sora Aoi dan mbak-mbak lain yang ada di list ini.

Secara lebih umum, ada dua macam kategori JAV, yang Censored dan Uncensored. Dikotak-kotak anunya dan yang nggak dikotak-kotak anunya. JAV yang disensor bisa dikonsumsi di Jepang dan di luar jepang, sementara yang tidak disensor khusus diekspor ke luar jepang. Kenapa begitu? Memang sih JAV itu legal di Jepang, tapi ada undang-undang yang mengatur kalau alat kelamin harus disensor. Untuk yang tanpa kotak-kotak bisa dilihat di produksinya Tokyo Hot atau Caribbean, biasanya sih tanpa cerita.

Menurut wikipedia dan semoga nggak salah, ada 4 Company Group yang memproduksi JAV, Company Group ini membawahi bermacam-macam PH atau Studio tentu saja dengan genre masing-masing.

  1. Hokuto Corporation Group, ada banyak studio yang tergabung di sini, tapi  yang mungkin familiar ada IdeaPocket, S1 No 1 Style, Moodyz, Attacker, DAS.
  2. Soft On Demand Group ada SOD Create, IEnergy dan lain lain.
  3. Japan Home Video Group kalau familiar dengan Alice Japan, nah itu tergabung di sini.
  4. Prestige Group.

Selain itu masih ada produksi dari Studio yang Independent. JAV saja ada indienya.

Bagi yang follow @akunjav di twitter, kalau diperhatikan di tweetnya yang bahas JAV kadang menyebutkan kode-kode singkatan, contohnya :

Apakah arti dibalik kode dan singkatan seperti di atas? CETD-272, ABP-393, SOE-829, SNIS-301, SNIS-327. Di kode singkatan tersebut ada dua, huruf dan angka, Untuk singkatan huruf menandakan dibuat oleh studio/PH apa. Contoh, ABP itu dibuat oleh Prestige, SOE, SNIS dibuat oleh S1 No 1 Style. Masing-masing studio memiliki kode sendiri.

Kemudian untuk angka, sebenarnya itu adalah urutan produksi. Dan nantinya jika sudah mencapai produksi ke 999, maka kode singkatan hurufnya akan ganti. Keluaran S1 No 1 Style, awalnya diberi kode ONED, setelah mencapai 999, berganti menjadi SOE, kemudian berganti lagi menjadi SNIS. Kalau start up mungkin sudah melebihi unicorn :).

 

 

 

Author: Veta Mandra

Karyawan Kerja Waktu Tertentu bagian HRD, tinggal di Bantul bagian timur. Istrinya satu anaknya tiga. Tiga sudah cukup, karena yang ditanggung asuransi perusahaan cuma segitu.

Originally posted 2016-01-19 11:55:23.

Comments 28

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares