Pit-pitan

image dari digitalreview.co/this-agency-staffer-is-running-star-wars-shaped-routes-in-portland/
image dari digitalreview.co/this-agency-staffer-is-running-star-wars-shaped-routes-in-portland/

Sudah sebulan lebih kiranya saya tidak pit-pitan lagi. Sepeda kesayangan –belum lama saya beli sih, tapi emang sayang je— yang mestinya masih bergaransi itu, pedalnya copot. Pijakan pedalnya terlepas dari gagang pedal, setelah aku coba-coba sendiri untuk memasang, tampaknya dratnya sudah terlanjur aus. Kesalahan pemasangan awal pastinya, masih garansi harusnya, masalahnya proses ngurus garansi ini ndak bisa online. Seandainya saya bisa zip sepeda saya, terus saya kirim lewat attachment email… oke lantipFMoff.

Pit-pitan Raun-raun.

Di kalangan simbah-simbah dulu, kalau kami menyebut pit-pitan, biasanya mereka menyebutnya raun-raun. Setelah mengenal bahasa selain jawa, indonesia dan arab, saya kemudian berpikir mungkin kata itu diambil dari round, keliling. Jadi raun-raun adalah keliling-keliling. Mungkin.

Pada kata pit-pitan maupun kata raun-raun itu, kita dapat menangkap rasa bahasa yang ringan, hangat dan menghibur. Hal ini tepat kiranya kalau saya mengingat kembali masa-masa kecil dulu. Pit-pitan adalah masa kaki menjejak pedal dan membiarkan petualangan terpampang. Dari sekedar mengelilingi sawah lalu terjun ke sungai, atau bermain ke teman sekolah yang jaraknya terjauh lantas memetik buah jambu, hingga mendatangi saudara teman dan menonton sapi poang serta memberi makan babi.

Pit-pitan adalah kegiatan tanpa beban, maka ajakan “pit-pitan yuk!”, selalu dijawab dengan tegas “yuk!” sembari segera menggelandang sepeda dari kandangnya. Batasan bersenang-senang inipun bukan dibatasi dengan jarak tempuh, satuan kilometer, jumlah kayuhan ataupun jumlah jam. Batasannya hanyalah sampai dzuhur, atau sampai ashar, atau mentok sebelum maghrib. Kalau pulang sudah maghrib, ujung bersenang-senang ini akan mampir di telinga dan membekas merah, dijewer.

Pit-pitan mbentoyong

Nyinyir! haha kata itu yang muncul pertama di kepala saya ketika terlintas judul itu. Tapi memang bagi saya kok mbentoyong sekali apps-apps yang ada sekarang ini. Mencatat jumlah kayuhanlah, mencatat jaraklah, semacam hilang sisi bersenang-senangnya. Tapi ya apalah saya ini, wong pit-pitan juga sudah lama ndak lakukan, baru melakukan sebentar saja pedal sudah tidak setuju. Mungkin pedal saya pinginnya ditrack dia diinjak berapa kali. Ah saya kurang pengertian sepertinya.

Maka saya senang sekali ketika di aplikasi mbentoyong itu, orang-orang memanfaatkannya untuk bersenang-senang. Saya terus terang suka dengan mereka yang mengaktifkan tracknya, terus di petanya muncul gambar penis atau darth vader. Selo! Kalau saya ngetrack, kayaknya saya pingin bikin seperti itu. Sejauh ini yang selo mereka yang playon sih, yang sepedaan belum nemu.

Eh tapi ndak apa-apa lho, kalau jadi lebih bersemangat pit-pitannya. Demi Kon.. eh kesehatan, itu baik! Daripada tiap jam yo ming kayak saya ini, duduk di depan laptop 🙁

vale, demi kon.. halah.. kesehatan

el rony

Originally posted 2016-01-16 09:33:52.

Comments 12

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *