Kerkof, THR dan Purawisata

Hari ini mas Elanto Wijoyono melalui akun twitternya @joeyakarta mengunggah gambar IMBB calon hotel baru. Rencananya akan dibangun di lokasi yang selama ini biasa dikenal sebagai Purawisata. Sebenarnya mengenai pembangunan hotel di Purawisata sudah merupakan rencana lama. Para pembaca jagongan masih ingat kan kalau Purawisata sudah menghentikan Dangdut yang menjadi ciri khasnya per 1 Mei 2013? .

Twit dari mas @joeyakarta ini seperti mengajak kita untuk kembali ke kenyataan. Yang lupa kalau dari tahun 2013 rencana pembangunan hotel itu sudah ada, menjadi tiba-tiba teringat. Pahit mungkin, apalagi bagi yang memiliki dan mengalami kenangan tentang Purawisata.

Purawisata atau biasa disebut THR sendiri mempunyai sejarah yang panjang. Sebelum Purawisata berdiri, ada THR atau Taman Hiburan Rakyat. Sebelum THR, ada Terminal di sana, Sebelumnya lagi ada Kerkof atau kuburan. Untuk kuburan ini sebagian masih tersisa di sebelah belakang Purawisata.

Tanyakanlah kepada mereka yang sekarang berumur lebih dari kepala tiga mengenai Kerkof, bukan kuburan yang muncul, tetapi jamu pahit. Jamu pahit khusus buat anak-anak yang susah makan, khasiatnya membuat dokoh. Dari ketiga anak saya, hanya anak ragil yang pernah mencicipi jamu Kerkof ini. Saya dan Dian waktu itu khawatir dengan nafsu makan anak ragil yang sedikit dan berat badan yang ringan bila dibandingkan dengan teman sebayanya. Saya pun tidak bisa lolos dari cekokan jamu Kerkof ini. Ramuan jamu yang dibungkus kacu, badan dipiting agar tidak meronta-ronta, tes tetesan jamu masuk ke mulut.

Beberapa tahun yang lalu, ada anak kecil yang sedang berulang tahun. Oleh orangtuanya dijanjikan untuk dirayakan di Purawisata. Waktu itu Jogja belum ada kids fun, bahkan Malioboro Mall pun belum ada. Jadi bisa dibayangkan sendiri, purawisata adalah tempat hiburan paling keren pada masanya. Semacam Dufan-nya Jogja :). Anak kecil itu senang sekali, bermain kesana kemari. Rasanya seperti pasar malam sekaten tapi di waktu siang.

Dangdut dan Purawisata adalah satu hal yang tidak bisa dipisahkan, musik dangdut mendapat tempat tersendiri di Purawisata. penggemarnya pun banyak. Artis yang memulai karirnya dari panggung dangdut Purawisata pun banyak. Ingat Oky Ardila, Vivin Vania dan tidak lupa Yayuk Parabola :). Seperti yang sudah disebutkan di atas, mulai 1 Mei 2013 Dangdut di Purawisata sudah diberhentikan. Pentas terakhir diadakan tanggal 29 April 2013.

“Memories are the architecture of our identity” -Dari Internet

Lewat tulisan ini, kami ingin mengajak teman-teman yang membaca untuk berbagi kenangan tentang Kerkof, Terminal lama, THR ataupun Purawisata. Barangkali ada yang dulu suka mbajul mbak-mbak Stama, ada yang nangis kejer-kejer saat dicekoki, ada yang mungkin pernah nongkrong waktu THR masih jadi terminal, ada yang pernah mengantar pacarnya nyanyi dangdut di Purawisata, atau kenangan-kenangan lain yang sudi njenengan bagi kepada kami dan pembaca lainnya.

Ada dua cara bagi njenengan untuk berbagi, yang pertama bisa mengirimkan tulisan ke [email protected] dan yang kedua njenengan bisa menulis di blog sendiri tapi jangan lupa sertakan link URL dari tulisan ini agar nanti muncul pingback di komentar.

ps: omong-omong sudah ada yang gugling PT. Ganesha Dwipaya Bakti belum? ๐Ÿ™‚

 

 

Author: Veta Mandra

Karyawan Kerja Waktu Tertentu bagian HRD, tinggal di Bantul bagian timur. Istrinya satu anaknya tiga. Tiga sudah cukup, karena yang ditanggung asuransi perusahaan cuma segitu.

Originally posted 2015-03-19 21:48:47.

Comments 7

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares