Kekancan

Kekancan atau berteman adalah hal yang lumrah bagi manusia. Ikatan ini bisa diperoleh dari srawung atau disrawungke. Punya banyak teman jelas menguntungkan, tetapi kalau ternyata temanya kurang ajar semua? Njenengan mau pilih yang mana? Teman sedikit namun semuanya baik, atau temanya banyak tapi suka bikin masalah terus?

Hal yang unik dalam berteman adalah tingkat kedekatan. Ini bisa dilihat dari cara memperlakukan teman atau cara berbicara antar teman. Kalau sudah ikrib bingit alias akrab banget, dalam sapaan antar teman kadang ada kata pisuhan atau makianya yang justru membuat tawa bukan malah jadi musuhan. Sebut saja kata su, nyuk, mbut, ndes, nyet, njing, dsb-dsb. Atau cara memperlakukan teman. Bisa dilihat saat memesan makanan atau minuman. Teman yang sudah akrab tentu tanpa perlu menanyakan lebih jauh pesenan makananya mau seperti apa kalau sudah saling tahu makanan atau minuman kegemaran temanya.

Saya punya satu cerita:

“Saat itu salah satu teman di tempat kerja mau menikah dan seperti umumnya kalau orang menikah, kami, teman sekantor nyumbang ke tempat hajatan. Kemudian terjadilah percakapan ini:

A (saya) : Mbak, kamu datang nyumbang ndak?

B (salah satu teman kantor) : Datang, ora kepenak nek ndak datang wong sudah kebacut jadi teman dekat.

Kemudian saya berpikir saat itu. Seberapa dekat mereka? Apakah teman saya yang mau menikah itu kalau ada masalah lantas datang ke teman saya yang B tadi untuk bercerita dan dia menjadi orang pertama yang tau masalah dia, ataukah kalau teman saya yang mau menikah itu punya masalah keuangan lantas datang ke teman saya yang B tadi untuk ngutang?

Memang saya pribadi tidak tahu seberapa dekat hubungan pertemanan mereka dan baiknya saya tidak ngomongke uwong ngene iki 🙂

Memang tidak ada batasan tertulis tentang kedekatan hubungan sebuah pertemanan ya.

Kekancan dengan siapapun tentunya menguntungkan karna banyak teman pasti lebih menyenangkan. Meski begitu tentu saja ada teman yang membuat kita harus jaga jarak dari dia karena kebiasaan dia yang tidak menyenangkan. Teman yang ngutangan jelas menyebalkan, apalagi yang suka molor kalau mengembalikan atau bahkan belum mengembalikan hutang malah sudah ngutang lagi. Mau dijauhi ndak enak, kalau dikandani ratau ngrungokne dan terkesan nyepelekne. Wes, pokoke ra ana apike tenan.

Masih adakah teman yang menyebalkan? Yang suka nikung temanya. Ini bisa dalam hubungan pekerjaan dengan cara tidak baik menjegal sesame teman bekerja atau juga dalam hubungan yang-yangan. Pacar kita ditikung teman kita sendiri. Kui rasane nggondug tenan. Nek arep diajak rebut yo saru, ning nek ora diajak ribut ya awake dewe sek keranta-ranta. Repot to?

Ada hubungan teman yang bisa diibaratkan biasa-biasa saja. Ya dolan melu dolan, njagong melu njagong, umum melu umum. Ya pokoknya yang biasa saja. Ngomong seperlunya, gojeg ala kadarnya dan membantu sebisanya. Namun begitu bisa menjadi sandaran banyak orang karena teman macam ini biasane pendiam namun kelakuane menyenangkan. Nglarani ati yo arang, ning nek diajak tetulung selalu ada. menyenangkan tapi ya biasa saja gitu.

Apapun itu, dalam hubungan sebuah pertemanan atau kekancan, menjadi teman yang baik dan tidak merusak hubungan sebuah pertemanan tentu menjadi yang utama. Hal yang lebih menyenangkan adalah ketika punya teman yang baik dan akrab, jadi kalaupun ada rasa ndak enak ya diomongkan saja, bukanya malah menjauh lantas tau2 ngilang. Apalagi kalau masih punya sangkutan. Aja pisan-pisan.

Author: Alfonsa Juliana

Originally posted 2016-05-13 17:04:50.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares