Jangan Tanya Arah Kanan, Kiri dan Nama Jalan Sama Orang Jogja

Bagi kalian diluar jogja kususnya dikota kota besar lain seperti Jakarta pasti kalau bertanya arah kalan akan diarahkan menggunakan lurus, belok kanan, belok kiri. nah namun hal seperti ini akan susah kamu temui di Jogja apalagi jika bertemu dengan saya atau orang asli jogja lainnya.

Hal ini sudah mendasar sejak jaman dulu sampai sekarang tapi sadar tidak sdar kenyataannya memang seperti itu/ Orang jogja akan menunjukkan dengan lurus, belok, lor (utara) , wetan ( timur) , kidul (selatan ) , kulon ( barat ) . Bagi kamu yang baru berwisata ke jogja dan nanya jalan atau kalian para perantau atau pelajar baru di Jogja pasti akan bingung. Sejenak pasti akan bertanya. dari mana orang Jogja tau arah tersebut ?

Orang Jogja punya navigasi bernama ilmu titen, ya GPS arah orang Jogja hanya satu yaitu Gunung Merapi. Gunung Merapi lokasinya selalu berada di Utara kota Jogja. Maka dari itu Merapi selalu digunakan penanda arah kalau kita bingung.

Gunung Merapi, Tugu Pal Putih ( Tugu Jogja ) , Kraton dan Pantai Laut Selatan jika ditarik garis lurus akan menjadi satu kesatuan yang utuh. Bahkan jika Sultan melihat Gunung Merapi dari singgasananya maka akan terlihat lurus dengan Tugu Jogja. Namun kalau Sultan yang sekarang saya kira tidak akan bisa melihat itu secara langsung karena mungkin sudah banyak baliho visual yang nyambah sepanjang 0km -Malioboro, Mangkubumi, Tugu sampai Kaliurang. Belum lagi daerah daerah lainnya arah utara, kemungkinan sih anak cucu kita tidak akan bisa menggunakan gunung Merapi Sebagai patokan arah utara karena ketutup baliho dan bangunan hotel yang mulai banyak dan tinggi tinggi.

Harian Jogja

Dan juga orang jogja itu jarang yang menghafal nama jalan, karena lebih sering mengingat sesuatu itu dengan ancer ancer, Karena dengan ancer ancer mau dari arah mana aja pasti akan nyampe dari pada harus mengingat nama jalan. Misal kamu  mau ke arah Blog O, kalau bukan orang jogja mesti ngasih petunjuknya Jl. Janti ke timur ada pom kiri jalan berhenti. Kalau orang Jogja biasane gini, itu lo kamu tahu JEC kan ? itu ngetan setelah bangjo.

Atau kamu mau ke Mantrigawen Lor, Klau orang Jogja simpel. nah depan THR lurus itu lokasinya. Nek bukan orang Jogja. Dari jalan Brigjen Katamso ke selatan sampai nemu pertigaan belok kanan. Dan pasti kalau yang dikasih tahu orang jogja akan bilang gini. Jl Brigjen Katamso itu manae ? sama JT mananya ? deket THR ya ? wooo gitu . Nah endingnya kamu akan muspro dan bali lagi memberi ancer ancer nama lokasi :mrgreen: . Orang akan lebih mengenal kawasan Kota Baru atau Telkom atau SMA 3 atau SMP 5  dari pada Jl Yos Sudarso. Atau Pakualaman, Sentul, Biokop Permata atau Jembatan Sayidan dari pada Jl Sultan Agung. Atau menghafal nama Jl Wadisin Sudirohusodo dari pada kidul atau selatan Galleria dan Jl Herman Yohanes dengan Jalan lor Galleria :mrgreen:

Namun orang jogja apal nama nama jalan utama atau kebetulan nama jalan itu sama dengan nama lokasi yang ada di sekitarnya misal seperti Pasar kembang, Tamansiswa, Kusumanegara, Makam Pahlawan, Jalan Timoho, Veteran, Malionoro. mangkubumi yang sekarang udah ganti jadi Margo Utomo serta yang paling apal yaitu Jl Solo :mrgreen:

Mungkin kalau ada yang bikin sebuah Map dengan menonjolkan Merapi serta nama nama lokasi yang umum ada disana dan tanpa memberikan nama jalannya, Ane yakin orang Jogja akan tetep nyampe ketujuan yang dia cari. Sama satu lagi kalau kamu di Jogja tersesat dan nanya jalan ke orang usahakan untuk turun dari kendaraan anda dari pada nantinya tambah tersesat :mrgreen:

 

Tulisan Menarik Lainnya :

Author: iQbal Khan

Full Time Blogger | Grey Hat SEO | Web Developer & Optimization

Originally posted 2015-02-24 12:52:52.

Comments 139

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares