Gas Langka

gas

 

Gas Habis, begitu tulisan spidol merah di atas kardus bekas yang ditempel di pintu masuk mini market dekat rumah. Tidak semua gas habis, hanya gas 3 Kg atau biasa disebut gas melon yang habis. Sedang gas 12 Kg masih ada. Jadi yang tampak di foto tumpukan gas ijo-ijo itu hanya tabungnya saja.

Saya merasa agak sulit mencari gas 3 kg semingguan ini, bukan langka tetapi membutuhkan usaha yang lebih. Seperti kemarin hari kamis, naik motor kemudian tabung gas melon diletakkan di antara saya dan stang. Belum jauh dari rumah, sudah dibengoki sama Mbak Is, tetangga utara rumah. “Entekkk..” Kata Mbak Is. Lalu motor saya belokkan ke arah rumahnya. Mbak Is cerita kalau dia sudah nyari gas sampai Pleret dan habis semua. Kemudian dia menyarankan saya untuk mencari ke utara, sampai Ngipik. Saya pamit dan mulai mencari, barangkali masih ada yang stok gak 3 kg-nya masih. Sepanjang perjalanan ke Ngipik hanya menemukan tulisan “Gas Habis”. Akhirnya hari itu saya bisa mendapatkan gas 3 kg, agak sore, setelah dikabari lewat sms oleh saudara yang kebetulan menjual gas 3 kg.

Sebelum ada gas, baik yang 3 kg maupun yang 12 kg. Sudah dikenal yang namanya kayu bakar, arang dan minyak tanah. Yang sudah punah dan agak jarang digunakan adalah minyak tanah, semenjak subsidinya dicabut sewaktu SBY jadi presiden. Salah satu efek kepunahan minyah tanah ini adalah hilangnya oncor (obor) pada waktu takbiran. Siapa yang mempunyai kenangan saat nyala api di oncor mulai meredup, kemudian oncor dijengkingkan biar minyak tanahnya merembes ke sabut kelapa di pucuk oncor? Lalu setelah oncor dijengkingkan,  nyala api kembali terang. Setelah subsidi minyak tanah dicabut, fungsi oncor di takbiran digantikan oleh lampion yang berbentuk karakter-karakter kartun dan lightstick.

Kayu bakar dan arang masih digunakan di dapur-dapur maupun di warung makan. Alasannya sederhana, masih bisa didapat dan harganya pun murah. Kalaupun tidak beli, kayu bakar masih bisa dicari. Mungkin apabila kayu bakar atau arang dijual dan dikendalikan pemerintah, bisa menjadi barang yang langka pula.

Gas Melon muncul sebagai gas yang disubsidi oleh pemerintah dan peruntukannya bagi mereka yang tidak mampu, sedangkan gas ukuran 12 kg sudah tidak disubsidi lagi. Tetapi, manusiawi sekali jika lebih memilih yang murah. Sebelumnya saya memakai gas 12 kg, setahunan ini baru memakai yang 3 kg. Alasannya sederhana, bila habis isi gasnya, istri tidak perlu menunggu saya pulang kantor untuk membeli gas. Karena gas 3 kg berukuran kecil, ringan dan mudah dibawa istri dengan motor. Dengan agak langkanya gas 3 kg sekarang, sepertinya agak menyesal juga beralih ke gas 3 kg.

Langkanya gas 3 kg dibarengi dengan kenaikan harga, ya wajar kan barang sedikit permintaan banyak. Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp. 15.500. Paling mahal saya pernah beli Rp.20.000. Di koran hari ini ada yang dijual sampai Rp. 25.000. Diantara mereka yang memanfaatkan langkanya gas 3 kg untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya, masih ada yang menjual dengan harga HET. Kemarin sabtu di mini market dekat Pleret, saya agak kaget waktu mau membayar di kasir. Sampai tanya “Serius mbak segini? Ora Salah?”. Mbak kasirnya menjawab “Iya mas, memang segini”. Sewaktu mau pergi dari mini market, ada bapak-bapak yang mendatangi, kayaknya beliau adalah pemiliknya. Bapak tersebut bilang “Nyetoknya tiap dua minggu sekali mas, Njenengan nanti dua minggu lagi ke sini saja. Tapi cuma buat yang sekitar sini saja.”

“Maturnuwun infonya Pak”Kata Saya, lalu pamit pulang

 

 

 

Author: Veta Mandra

Karyawan Kerja Waktu Tertentu bagian HRD, tinggal di Bantul bagian timur. Istrinya satu anaknya tiga. Tiga sudah cukup, karena yang ditanggung asuransi perusahaan cuma segitu.

Originally posted 2015-05-19 19:23:13.

Comments 1

  • Kelingan baca ini njuk lupa.. tadi siang muter-muterin seluruh Patangpuluhan sampe ke agen yang katanya habis dipesan bakul-bakul jajanan dan akhirnya dapet tabung gas melon di daerah Bugisan dengan harga 20 ribu. Mugo – mugo cepet normal distribusi gas melon ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares