Bakso dan Mbak-Mbak Ndak Jijikan Di Sore Hari

Musim hujan masih terjadi di beberapa tempat di Indonesia, ternyata mempengaruhi jagongan dalam menyuguhkan postingannya. Makanan tok isinya 😐 setelah Mie Ayam, Mie Rebus, Soto, kok kayaknya ada yang belum dibahas di sini. BAKSO!

Bakso Pangsit
Bakso Pangsit

nah, dalam postingan kali ini saya akan membahas tentang bakso. tentu teman-teman di sini tau apa itu bakso, kalau jaman dulu pasti teman-teman pada inget lagu “Abang Tukang Bakso” nah, saya di sini bukan mau mbahas cara membuat bakso atau tentang bagaimana biar sukses jadi abang tukang bakso.

Jadi, dulu saya sore-sore setelah hujan yang cukup deras di Solo, saya mampir di sebuah warung bakso dekat sebuah rumah sakit swasta di kota Solo. Karena setiap saya pulang kerja ke rumah lewat sana saya lihat cukup rame dan cukup banyak mbak-mbak ndak jijikan(baca: perawat) pada maem bakso di sana, yah.. itungannya sambil makan bakso anget sambil ndelok mbak-mbak(tombo ngantuk) lah..

Nah, setelah saya pesan, saya duduk pojokan sambil mbuka ‘lawuh’ di warung bakso tersebut. Seperti biasa kalau di Solo pasti ada tahu goreng, sosis solo, tempe goreng dan ada jebakan gedang goreng berbentuk tahu isi. Setelah bakso komplit saya datang kemudian ritual ambil saos, kecap, dan sedikit sambal. Makan lah saya.. Setelah 10 menit makan kelar kemudian segrombolan malaikat berbaju putih(perawat Rumah Sakit samping warung bakso) itu datang.

Mungkin karena sudah langganan jadi mereka kemruyuk di dekat gerobak bakso tersebut. Dengan nada yang sepertinya mereka cukup lapar sehingga suasana jadi meriah. Saya masih duduk di pojokan sambil udut dan mik es jeruk manis pesanan saya. Memperhatikan mbak-mbak tersebut, mayan nih ada yang enak dipandang. Kemudian salah satu anggota mbak-mbak ndak jijikan itu mendekat ke meja saya. Asem! tak kira kenapa. Ternyata mbak itu ambil bungkusan di meja dan kemudian dibawalah bungkusan tersebut ke mejanya yang berisi “NASI!” huwaww!

Nasi Bungkus Di Warung Bakso
Nasi Bungkus Di Warung Bakso

Kaget saya, kirain bungkusan itu isinya gethuk atau apa. Jebule nasi og piyeeee.. Nah! Saya sedikit nguping percakapan mereka yang kira-kira isinya gini;

A: Kowe maem bakso nganggo sego?(Kamu makan bakso pake nasi?)

B: Hooh! aku jik luwe, mengko bengi jik entuk jatah jogo(Hooh! aku masih lapar, nanti sore dapat jatah jaga lagi)

A: Kowe kih cen cah semego, kok! (kamu memang makan apa-apa pake nasi, kok!)

kemudian serombongan itu tertawa renyah imut gitu lah

Nah, kemudian saya buat twit seperti di bawah ini:

ternyata buat sebagian orang memang bakso itu bukan untuk ‘pengganjal’ perut lapar ketika sore hari, tetapi sekalian untuk makan malam 😐 . tapi untuk saya sih, bakso itu enaknya buat pengganjal perut di sore hari saja, bikin perut hangat dan nanti malam masih makan nasi lagi. itu kalau saya. bagaimana dengan njenengan semua?? apakah maem bakso pake nasi juga? trus makan bakso pake nasi-nya sambil nonton sepur? 😐

 

Originally posted 2015-02-20 14:00:20.

Comments 25

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares