Srawunglah Maka Nanti Akan Dibantu

Hae, sudah lama ndak nulis di sini,..

Jadi gini, kemarin tetangga rumah meninggal dunia kerena gerah sakwetawis wekdal(karena sakit yang cukup lama), karena malamnya wedangan sampai malam, saya pun bangun kesiangan. Beruntung jenazah masih belum diberangkatkan ke luar kota untuk dimakamkan.

Bangun dengan buru-buru karena merasa tidak enak untuk tidak ikut di layatan tetangga. Setelah selesai mandi, saya bergegas ke layatan. Karena lokasi rumah duka pun hanya 30 meter dari rumah yang lokasi rumah juga gang buntu, jadi pasti tenda dan tamu juga pasti sudah rame.

Muka habis mandi pun kelihatan sampai tetangga bilang, “baru bangun mas iwan?”. Saya jawab,”Iya pak, lembur.” -padahal semalam cuman utak atik web sampe subuh mergo ndak paham-. Saya pun segera mlipir ke bagian pojokan di mana bapak-bapak dan anak muda pada berdiri merokok di sana.

Tak lamapun MC Layat mengumumkan bahwa jenazah akan segera diberangkatkan, dan seperti adat jawa maka ada acara brobosan. MC Layatnya pun mengumumkan kepada para anak muda untuk ikut membantu mengangkat peti jenazah supaya bisa dilakukan acara brobosan.

Sebagai anak muda kampung pun saya tergerak, bersama tetangga anak muda lainnya kamipun berangkat ke lokasi untuk mengangkat peti jenazah agar acara brobosan bisa segara dimulai. Setelah acara brobosan selesai, kami mengangkat peti ke mobil jenazah yang semalam sudah standby di depan rumah(asem, ini marakne deg2an semalaman). Dan mobil jenazah pun akhirnya berangkat ke tempat pemakaman di luar kota Solo.

Anu, jadi pada malam harinya sebelum layatan, saya dan kawan saya ngobrol-ngobrol tentang banyak hal di wedangan pakde blontank. Ngobrol tentang sejarah jawa dlsb, ada saat di mana kami ngobrol tentang hukum sosial di Indonesia.

Jadi ketika kita membantu warga yang di sekitar rumah kita yang sedang punya gawe(baik layatan atau nikahan atau sunatan dll) makan nanti kita akan mendapatkan imbalannya ketika kita sedang ada gawe nantinya.

Saya pikir bener juga, jika kita tidak srawung atau membantu tetangga rumah kita yang sedang berkesusahan atau sedang membutuhkan bantuan kita, maka nantinya jika kita sedang ada gawe pun mereka pasti males akan membantu. Dan seperti ini hanya ada di Indonesia. Saya ndak pernah liat di luar Indonesia ada cara bersosialisasi seperti ini. Tetangga saling bantu ketika sedang membutuhkan, seperti menata kursi ketika layatan, bantuin laden ketika ada mantenan dll… Jadi, srawunglah dengan tetangga, bantulah ketika tetangga sedang membutuhkan bantuan.. Jangan sok ndak kenal atau apapun namanya, karena nantinya ketika kita membutuhkan bantuan, mereka akan ikhlas membantunya dan kita akan dimudahkan segala urusan kita.

Originally posted 2015-01-09 15:53:31.

Comments 5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares