Air Sumur Sudah Berkurang Ajine

Air sumur sudah berkurang ajine, atau bisa dikatan air sumur sudh kehilangan kewibawaannya. Itulah yang terjadi diera kekinan saat ini. Jujur ini juga ane rasakan sendiri. terutama dalam hal untuk konsumsi minuman. Dimana era semua sudah instan dan orang sudah bekerja sampai lupa waktu hingga memilih untuk mengkonsumsi air mineral dari pada kebiasaan dulu menanak air atau ngodok wedang

Entah kenapa sekarang ketika mengkonsumsi air jarang atau air yang dimasak rasanya seperti minum air yang ada bau besi atau apa. Ane kalau boleh jujur sudah hampir 10 tahun lebih ini jarang sekali meminum air sumur yang benar benar ane masak. Kebutuhn ane menanak air hanya saat untuk MCK dan membuat minuman Teh, Kopi dan Susu. Ane masih punya filter sampai ke itu karena tidak begitu suka air tanakan dari listrik atau dispenser.

Jaman dulu ummi ane selalu mmemasak air sampai satu ember, ya ember khusus yang memang berisi air matang yang di konsumsi buat beberapa hari maka dari itu ummi ane kalau bikin biasanya langsung banyak. Namun hal ini sudah tidak pernah ane alami lagi, Mungkin temen temen juga alami hal yang sama.

Hasil riset ane selama beberapa tahun ini juga sepertinya banyak dialami di hampir semua tempat, bahkan di lingkungan pinggiran yang bukan kota kota besar pun sudah menggalami hal semacam ini. Banyaknya muncul toko toko air mineral dengan mesin mesin menyaring air menjadi air siap minum. Padahal air sulingan seperti itu itungannya adalah air mentah yang disaring dengan proses sterilisasi dan rentetan proses lainnya. Mungkin ini yang namnay kembali ke alam. Dimana mungkin pas jaman purba dulu mungkin mengkonsumsi air juga tinggal minum.

Nimbo pun menjadi hal yang sangat langka saat ini, ketika sumur sumur sudah di tutup dan diganti dengan sanyo untuk istilah semua mesin pemompa air. Hasil riset ane mungkin sekarang gak nyampe 30% yang masih menggunakan sumur timbo atau sumur kongkang. Tampa kita sadari semua itu hilang. Sampai membaca tulisan ini mungkin baru sadar semua sudah berganti. Bahkan aktifitas umbah umbah pun sekarang sudah digantikan mesin yang tentu saja tidak lagi menggtunakan aktifitas ngangsu banyu. Yang lebih extream lagi bahkan munculnya jutaan jasa londri yang kalau di itung itung lebih murah dan ngirit dari pada membeli rinso dan membuang tenaga buat ngangsu ngekom dll.

Tapi kadang menjadi anti klimak ketika semuanya yang menjadi susah dicari dan padahal kita sudah jarang menggunakan terus tiba tiba dibicarakan dengan menggebu-gebu. Ane memang kadang semua yang sudah gak diperhatikan memang yang menjadi paling dicari. Kita juga tidak bisa lantas menyahkan ada beberapa alasan menurut hasil riset ane.

Memberi air hasil filter memang jauh lebih murah. Bayangkan dengan hanya 5000 kita sudah dapet air satu galon tanpa harus ngangsu tanpa harus dimasak. Ngirit tenaga ngirit bahan bakar. Ya bisa disebut Googreen juga paling. Bahlan dengan 7000 bisa menimati air yang + 02 katanya dengan filter yang lebih bersih dan katane lebih sehat.  Lalu ketika orang orang berduit membangun gedung gedung tinggi dengan memanfaatkan yang jarang kita pakai mendadak pada heboh. Apa gak jane kita sama saja dengan mereka. Ketika semua mata air dikusai perusahaan perusahaan dan kita merasa biasa saja dengan terus mengkomsousi air nya, apa bedanya kita dengan mereka.

Air kendil dipagi hari yang katanya berkhasiat buat kesehatan aja sekarang air kendil air mineral, bukan air kendil hasil air masak yang didinginkan di kendil untuk kita minum pagi harinya. Sampaikapan hal seperti ini akan terus berlangsung ? mungkin sampai air bener bener abis dan kita harus membayar lebih mahal dari air air mineral yang sekarang biasa kita konsumsi. Tapi saya masih menemui teman saya yang memang bukannya anti dengan air air mineral yang ada , dia hanya tidak kolu dengan air mentah apapun prosesnya. Suatu saat saya pernah menyuguhi air puitih dan sengaja saya tidak kasih tahu itu air mineral dan hasilnya setelah beberapa detik diminum dia langsung muntah2 entah panca indra kematangan air sudah menjadi indra ke tujuh beliau.

Ini masalah doktrin dan kebiasaan sih benernya, hebatnya doktrin sampai membuat dari kita percaya susu formula lebih bagus dari air susu ibu. Mari kita ungak sumur sumur kita mungkin mereka sangat rindu diungak manusia. Tidak ada yang salah dan ane juga tidak akan menyalahkan yang jelas mari kembali ke jaman sebelum era kekinian. Mari ngodok wedang :mrgreen:

Author: iQbal Khan

Full Time Blogger | Grey Hat SEO | Web Developer & Optimization

Originally posted 2015-01-12 11:47:02.

Comments 8

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares