Menonton Film di Bioskop Istana

Saya tidak ingat dengan pasti pertama kali nonton film di bioskop, entah sudah TK atau malah sebelum TK. Waktu itu saya diajak kedua orangtua menonton di Bioskop Istana di daerah Tegalgendu,Kotagede. Filmnya pun lupa apa judulnya maklum masih kecil. Yang saya ingat waktu sedang menonton film saya menangis ketakutan, bisa jadi karena suasana bioskop yang gelap. Sebenarnya waktu itu saya merasa sedang nonton film Horror, ada pocong di film tersebut. Tapi sewaktu agak besar, kata orangtua saya sih filmnya nggak ada horrornya sama sekali. Seperti itulah pengalaman menonton film saya pertama kali, tidak sampai rampung karena nangis, agak sama dengan yang dialami Obey.

Saya memiliki banyak kenangan dengan bioskop istana, tapi ada dua yang paling berkesan dan ingin saya ceritakan di sini:

Ndherek  Teng Wingking

Kayaknya sudah bisa ditebak, SD saya letaknya tidak jauh dari Bioskop Istana. Setiap kali berjalan kaki menuju pertigaan Giwangan untuk ngadang kol, pasti melewati Bioskop Istana. Nah, suatu ketika waktu pulang sekolah, saat baru sampai di Jembatan Tegalgendu perut saya mules tak terkira. Bingung mau buang hajat di mana? di kali kayaknya nggak mungkin, di warnet juga nggak mungkin karena waktu itu belum ada warnet, pas sampai di depan Bioskop Istana saya kepikiran kenapa nggak nyoba nunut di sana saja. Waktu itu bioskopnya belum buka, sedang dibersihkan oleh penjaganya. Yang jelas pintu masuk ke bioskop terbuka. Nekat masuk, terus saya hampiri pak penjaga.

“Pak ndherek teng wingking nggih” Saya nembung minta ijin

Setelah diperbolehkan langsung deh menuju ke kamar kecil, yang ada di dalam Studio. Lalu gimana kalau nggak diperbolehkan? Kayaknya tetep nekad, wong sudah di pucuk.

Golden Eye

Masih ingat dengan film di atas? Iya benar, salah satu filmnya James Bond. Bintangnya Pierce Brosnan, yang jadi Bond Girl-nya lupa. Waktu itu saya kelas 6 SD, sudah EBTANAS tinggal nunggu perpisahan saja. Janjian dengan teman-teman untuk nonton Golden Eye di Istana. Berangkat dari rumah yang berjarak sekitar 7 Km bersepeda, tidak lupa pamit ke orangtua agar mendapat sangu buat beli tiket. Ngampiri teman yang sudah janjian, eh ternyata ditinggal. Mau pulang sudah kepalang tanggung. Diputuskan untuk nonton sendiri. Sampai Istana langsung beli tiket, sebetulnya Golden Eye ini ditujukan untuk penonton dewasa, tapi ya saya dapat tiket juga. Jangan tanya harga tikernya berapa, saya lupa. Yang jelas murah. Ini adalah salah satu pencapaian dalam hidup saya, bahasa kerennya Milestone, yaitu pertama kali nonton film di bioskop sendiri. Pertama kali dan terakhir kali nonton bioskop sendiri tepatnya hehe.

Bioskop Istana sendiri sekarang sudah tidak ada, sudah lama tutup. Kalah oleh rental vcd, dvd dan sepinya film produksi dalam negeri.  Nasibnya sama dengan Widya, Soboharsono, Permata, Indra dan bioskop sejenis lainnya. Seperti yang terlihat pada gambar di atas, begitulah kurang lebihnya tampilan Bioskop Istana sekarang.

Jadi, ada yang masih ingat dengan Bioskop Istana?

Author: Veta Mandra

Karyawan Kerja Waktu Tertentu bagian HRD, tinggal di Bantul bagian timur. Istrinya satu anaknya tiga. Tiga sudah cukup, karena yang ditanggung asuransi perusahaan cuma segitu.

Originally posted 2014-12-02 12:30:19.

Comments 27

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares