Tentang Voodoo dan Ulang Tahun Vindrasu

Entah mengapa saya kok selalu kebagian babagan mistik, bukan sesuatu yang disengaja ataupun direncana, kebetulan kok ya saya dapat cerita-cerita yang begituan setiap kali menjelang jatah nulis di sini. Jadi ya mari kita lanjutkan saja, ya toh?

Ceritanya itu begini, kira-kira dua atau tiga hari yang lalu –ndak cetha karena saya nulisnya ini ndak lihat jam. iya di laptop juga ada jamnya, tapi kan siapa yang menjamin jamnya bener? siapa tahu konspirasi wahyudi jadi .. eh nganu.. sudahlah– saya ketemu dengan teman saya. Juragan besar, punya rumah dimana-mana, salah satunya di Togua, eh Jogja. Nah, setelah sekian lama rumah di Jogja dia tinggalkan, sebagaimana layaknya sebuah rumah yang sudah dewasa dan akil baligh, rumahnya itu njembrung. Suketnya tuh di sini, di sini, di sini dan di sini.

Maka teman saya itupun kemudian mengorderkan secara online (maksude ngomong sama tetanggane sambil cekelan tali pemean), agar tetangganya memangkas rumput di halaman rumahnya. Cekat-ceket sat-set bat-bet, tetangga sebelah rumah beliau itu segera bergerak. Namun tak berapa lama, si tetangga menemukan seonggok kain menggembung. Dan ternyata itu adalah boneka. Kecil, polos, berisi beras. Modyar!

boneka-voodoo-alias-santetMaka ramailah segera isu tersebut, hingga digunjingkan di socmed-socmed dan dimuat di suratkabar.. eh sek sek.. itu soal togua ding yang gitu. Nggak, nggak sampai ke media, cuma sampai ke pusat forum komunikasi wilayah alias pos kamling. Ada yang mau menyantet pak juragan! Whaini! Tapi ya, dasar teman saya ini orangnya sholeh, kadang rodo embuh, tapi super cerdas dan achli IT larbyasa, ya dia santai saja. “Simpan saja dulu di bawah pohon itu pak, besok dibuang nggih, sudah sore”, gitu reaksinya seketika saat mendapatkan laporan.

Lantas kejadian aneh terjadi lagi, setelah akhirnya si pak tetangga selo lagi, itu boneka rencananya mau dimusnahkan, lha dicari-cari kok ndak ketemu. Whaini! Untungnya teman saya ini yang sholeh, kadang rodo embuh, tapi super cerdas dan seterusnya, segera memotong rantai persebaran informasi. “kalau sudah nggak ada ya gapapa pak, paling digondol anjing, sudah rumputnya saja dipangkas pak”, gitu tukas beliau dengan bijak, sehingga informasi nyalawadi inipun tidak serta merta menyebar. Tetap menyebar sih pada akhirnya, tapi ada delay dan latency sekitar tiga hari. Dan persebarannya pun lambat, selambat koneksi internet yang dilabeli positif.

Tapi ya tetap saja, meskipun macak cool dan shuolih, ngganjel juga di hati teman saya itu, buktinya dia cerita ke saya. Kalau dia nggak cerita, ya saya ndak bakal tahu kisah itu. Cuma yang berbeda dibandingkan dengan obrolan cangkruk, kami tidak membahas bagaimana dan sebagainya, yang kami bahas adalah soal teknologi wireless yang bertahan. Ini jelas-jelas indigenous wireless technology. Kalaupun benar itu santet alias voodoo sih.

Kesimpulan kami kemudian, mungkin saja ada orang yang ingin menDDOS kestabilan server rumah tangga mereka. Kiriman paket yang sangat bisa diduga dilakukan melalui protokol UDP alias Unit DuPa ini berusaha menembus firewall beliau. Seandainya beliau ini menanggapi dan bertindak gegabah, sudah dipastikan beliaunya ini akan menjadi sangat sibuk menjawabi semua request, akibatnya ya itu tadi, DDOS. Distributed Denial of Service sebagai bapak rumah tangga. Maka atas keembuhannya itulah justru serangan paket gelap ini gagal. Ini jelas analisa ahli IT tingkat tinggi, alias saya, yang tidak bisa dibantah. Kalau situ mau mbantah, wong saya yang mbikin teorinya, mbantah gimana?

Maka di akhir pertemuan itu saya hanya berpesan kepada teman saya, “kalau itu voodoo sudah diambil, segera saja sholat, biar ndak keburu kepentut”. “Kuwi wudhu Ron! Jinguk!”, lalu temanku ini pergi.

vale.. demi mistis yang tiada henti

p.s: lantas apa hubungannya dengan ulang tahun vindrasu?

p.p.s: hubungannya ya hari ini pas pak dir pamityang2an itu ulang tahun. itu saja. sudah. cukup.

p.p.p.s: Heavy Beard Guy pak Dir!

Originally posted 2014-11-01 10:02:29.

Comments 29

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares