Rahasia Kumis Tipis Iis Dahlia

Musim hujan telah datang, walau baru sekali hujan. Mendung sih hooh, gludug-gludug, tapi ya cuman hujan sekali pas malam rabu kemarin. Musim hujan ini patut disyukuri bagi saya, kenapa sebab? Karena kalau hujan, daun-daun akan basah. Dan kalau daun-daun basah, maka kebiasaan tetangga saya yang suka ngobong uwuh di pagi hari jadi berhenti. Sebetulnya ngobong uwuh itu tidak masalah, yang jadi masalah ngobongnya  mepet dengan tembok kamar saya. Ya asapnya masuk ke kamar. Gek, ngobongnya di pagi hari sekitar jam setengah enem, wayahe lagi enak-enak turu. Padahal ya latar tetangga saya itu jembar , tapi kok ya tempat favorit ngobong uwuh itu pas berbatasan langsung dengan tembok kamar. Waktu Lebaran kemarin malah pernah kejadian asap yang masuk itu banyak banget, terus tak tegur. Sempat sadar, tapi dibaleni lagi. Tapi ya begitulah lika-liku hidup di desa, harus sabar.

 

Ngomong-omong soal ngobong uwuh, yang hidup di kota apalagi di apartemen dijamin belum pernah punya pengalaman punya latar jembar, nyapu godhong/uwuh, diguwang nang njogangan, njuk diobong. Agenda tiap sore itu nyirami latar biar nggak mbledhuk. Piye le arep nyapu wong latare ming sak uprit?

Desaku udah agak gaul sekarang, tiap RT ada penampungan sampah, sebulan bayar 9 ribu. Karena ada penampungan sampah itu, jadi mengurangi jumlah orang yang ngobong uwuh, kecuali tetangga saya. Iya sih, kalau baca di artikel-artikel kalau ngobong uwuh itu bikin pencemaran udara. Jadi mungkin desa saya mau mengurangi pencemaran udara, nanti ndak asapnya sampai Malaysia.

Nyirami Latar

Bagi pembaca yang tidak berbahasa jawa, latar itu halaman rumah. Jadi nyirami latar = menyirami halaman. Biasanya dilakukan sore bakda Ashar. Setelah disirami baru disapu. Tapi ya nggak mesti kalau mau nyapu harun nyirami latar dulu. Semua itu tergantung, tergantung yang nyirami males apa nggak hehe.

Nyapu Latar

Atau menyapu halaman, biasanya dilakukan dengan sapu lidi. Ternyata menyapu halaman itu ada tekniknya juga, nggak boleh asal nyapu. Alasannya sih biar jejak sapu lidinya kelihatan indah dilihat. Jadi misalkan mau nyapu halaman, harus disapu dengan tertib urut tidak boleh diplenjah-plenjah. Biar lebih jelas akan dicontohkan dengan gambar 😀

arah sapu

 

Dianggap saja kotak diatas itu adalah halaman rumah, teknik nyapu biar jejak-jejak sapu kelihatan indah adalah:

  • Bergerak bolak-balik dari A-B sambil ke arah C
  • Jika benar nanti akan tercipta jejak seperti di atas
  • Mungkin harus pakai drone buat  ngelihat apakah jejak-jejak sapunya sudah benar *gak ding ini bohong*

Menyapu halaman biasanya dilakukan di pagi hari dan di sore hari, atau salah satunya. Kalau pagi ya pagi banget sebelum orang-orang lewat, kalau sore ya sehabis nyirami latar.

Jadi kira-kira seperti itu.

Njogangan

Njogangan itu buatnya dari tanah yang digali, tidak terlalu dalam, biasanya berbentuk kotak, paling pol 30-40 cm (sebetulnya belum pernah ngukur sih, tapi ya dikira-kira aja). Kalau nggalinya kedalaman itu bukan bikin jogangan tapi bikin sumur, Kasihan wong Blawong nanti kalau pada pinter bikin sumur sendiri.

Njogangan ini fungsinya untuk mengumpulkan uwuh/sampah, baik dari hasil menyapu atau dari sampah rumah tangga. Minimal dibakar sehari sekali. Kalau sudah penuh sampahnya, biasanya terus di-urug dan bikin jogangan baru.

Karang ngeduk njogangan kui kesel, pada pakai buis sumur biar praktis.

 

Nek Jare Simbah, Kalau nyapu latarnya nggak bersih nanti bojonya brengosen. Jadi Bojomu brengosen mboten?

Author: Veta Mandra

Karyawan Kerja Waktu Tertentu bagian HRD, tinggal di Bantul bagian timur. Istrinya satu anaknya tiga. Tiga sudah cukup, karena yang ditanggung asuransi perusahaan cuma segitu.

Originally posted 2014-11-11 15:15:43.

Comments 7

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares