Anda Tahu Cara Nggolek Kijing?

Kijing yang akan kita bahas kali ini adalah makhluk sejenis kerang dengan bentuk lonjong, permukaan cangkangnya halus, dan biasa ditemukan di lumpur-lumpur di dalam sungai. Bukan pathok kuburan.

Gambar kijing, sumber: Antara Foto

Sewaktu pulang kampung di Hari Raya Haji kemarin, saya menyempatkan main ke sungai di dekat rumah ibu saya bareng anak wedok dan juga seorang keponakan. Jarak rumah ibu ke sungai hanya setarikan gas motor. Deket banget yha?

Niatnya mancing meskipun sudah tahu bahwa kalau mancing di pagi hari jarang bisa dapat ikan. Yang penting anak wedok pernah melihat bagaimana cara memancing ikan.

Cerita mancing kok fotonya malah mandi di sungai?

Setelah sekian lama mancing dan nggak dapat ikan, kami pindah tempat yang agak teduh. Tak jauh dari tempat kami pindah, anak-anak menemukan setumpuk kulit kijing di pinggir sungai yang telah mengering. Lalu muncul pertanyaan dari keponakan yang bikin saya kaget, “Om, cara nangkep kijing bagaimana?”

Mak jenggirut, saya kaget. Pertanyaan macam apa ini?

Beberapa detik kemudian saya sadar bahwa jaman telah jauh berubah. Saya menghitung mundur ke jaman saya kecil, bajilak wis 25 tahun luwih!

Segera saya menguasai keadaan dan menjelaskan cara menangkap kijing di sungai. Penangkap kijing harus nyebur ke sungai lalu meraba-raba permukaan sungai yang berlumpur dengan kaki dan mencari barang kecil yang keras dan licin. Setelah dirasakan dengan kaki, kijing bisa diambil dengan dijepit menggunakan jempol kaki atau menyelam dan diambil dengan tangan.

Sebelum dimasak, kijing akan direndam di dalam baskom/ember seharian agar bisa buang air besar dan kecil dulu. Jadi pas dimasak, kijingnya udah nggak menyimpan kotoran di dalam tubuhnya.

Anak wedok dan keponakan mendengarkan sambil memegang pancingan, mbuh paham apa enggak.

Saya jadi ingat jaman saya kecil dulu, mancing, mencari kijing, dan mlintheng burung, adalah salah sedikit dari “keahlian wajib” yang kudu dikuasai oleh anak-anak di kampung.

Saya sih termasuk yang gagal karena nggak pernah berani berenang nyebrang kali lusi yang sedang banjir menggunakan gedebok pisang 😀

Author: Yeni Setiawan

Papa muda berbahaya. Berbahaya karena suka makan dan tidur, tidak produktif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares