Aku Gak Healthy Life Gakpapa!

Sudah pernah datang ke resepsi? Pasti pernah dong ya!. Nah saya kali ini mau cerita tentang pengalaman saya datang ke resepsi, pengalaman ini baru sekali saya alami dan ini soal makanan dan minuman di kondangan. Oh iya kebetulan resepsi yang saya datangi adalah resepsi dari sebuah keluarga keturunan tionghoa. Dalam hal penyajian makanan dan minuman di resepsi sebuah keluarga keturunan tionghoa dengan undangan terbatas, biasanya urutan yang paling awal disajikan adalah makanan yang berkuah seperti sop merah kemudian disusul dengan makanan berat seperti mie atau nasi goreng atau sejenisnya, setelah itu ditutup dengan es grim atau buah dingin dan teh hangat. Kenapa ada teh hangat? Hal tersebut sebenarnya hadir untuk menemani para undangan yang sudah kewargen tersebut untuk berbincang-bincang dengan kedua mempelai yang akan mengucapkan terimakasih serta memohon doa dari meja ke meja.

Namun beberapa waktu lalu urutan penyajian tersebut ambyar, saya yang sudah duduk di kursi yang telah disediakan tiba-tiba diberikan semangkuk buah lengkap dengan oser-oseran mayones serta keju di atasnya dan disuguhi pula secangkir teh hangat. Dalam hati saya bertanya,

“Sop merah e ning ndi rek?” tapi saya tahan mulut saya untuk bicara,

Tapi mamak saya tiba-tiba njawil saya dan berbisik

“Nyumbang cepek mosok mangan buah tok?” sambil mecucu. Saya jawab dengan gelengan kepala.

Nah setelah sesi makan buah yang dioseri mayones selesai barulah muncul makanan berat tanpa diakhiri dengan minum teh sambil ngobrol sama kedua mempelai. Jadi sangat aneh bagi kami yang sudah terbiasa dengan tata cara makan di resepsi sebelum-sebelumnya, tapi ya sudahlah ya…

Belakangan saya tahu bahwa hal tersebut merupakan gaya makan yang baru, yaitu makan buah dulu lalu diteruskan dengan makanan yang berat. Makan buah dan minum tehnya terlebih dulu ini ternyata dimaksudkan agar perut kita lebih dulu kenyang dengan buah dan teh, hal ini akan membuat kita maem nasinya sedikit. Ini terbukti sungguhan di resepsi tersebut, porsi nasinya lebih sedikit dari porsi pada umumnya

Lha yang jadi masalah adalah bagi saya dan mungkin beberapa di antara sampean makan buah itu kodratnya di belakang bukan di depan. Fungsi dari hadirnya buah merupakan sebagai alat untuk cuci mulut atau untuk menyegarkan mulut setelah makan daging-dagingan dan emie-emiean, lha kalo di depan nanti nyuci mulutnya pake apa? Pake janji-janji manis? Bingung kan?

Setelah melakukan beberapa hal termasuk diskusi dengan beberapa pakar, saya menemukan kesimpulan bahwa makan buah dulu sebelum makan nasi tersebut adalah salah satu cara untuk menerapkan healthy life. Jadi bagi sampean yang ingin healthy life dapat mencoba cara tersebut ya…

Kalo saya ya tetep nasi dan empal lebih dulu lah ya, gak urusan sama healthy life sing penting makan!

Kalo sampean gimana?

 

Author: Trivena Sukadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares