Perempuan dan Dandan.

Berdandan. Mempercantik diri. Ndempul. Masih banyak kata yang masyarakat gunakan untuk menjelaskan atau nglulu kegiatan tersebut. Banyak orang yang penasaran dan bisa sampai geleng-geleng kepala karna tidak percaya, bagaimana mungkin kegiatan ini begitu menyita waktu? Setidaknya, butuh waktu sampai 2 jam untuk bisa mendapatkan hasil dandan yang cetar membahenol. Ini bisa baru dandan muka dan badan saja. Belum termasuk rambut dan memilih baju. Hehe..

Perempuan dan dandan sepertinya tidak bisa dipisahkan. Mulai dari yang paling sederhana, Cuma pakai pelembab dan lip balm. Hal yang paling tidak bisa dimengerti, dandan itu proses yang rumit sodara-sodara. Perlu kekhusukan untuk bisa melakukanya dengan sempurna.

Proses memilih, memilah, dan menentukan produk untuk dandan juga tidaklah mudah. Harus dengan proses tidak bosan mencoba dan berani metu modal. Berpindah produk atau menambahkan produk untuk dandan juga bukan keputusan yang langsung bisa diambil. Perlu tirakat sebelum akhirnya deal untuk mencoba. Banyak hal yang membuat perempuan galau untuk berpindah produk untuk dandan. Belum lagi kalau nanti tidak cocok dengan produknya.

Sebut saja masalah lipstick. Ini tidaklah semudah ngetapke sarung sek bar dienggo kemulan. Satu merk jelas berbeda dengan yang lainya. Mulai dari tekstur, aplikator, sampai hasil warna ketika nanti dipakai. Sudah, sampai disitu? Belum. Produk lipstick yang bisa nemplok sampai lama dan tidak cepat pudar menjadi produk impian semua perempuan. Perempuan kadang suka mencampur-campur beberapa warna hanya untuk satu acara. Produk A warnanya bagus, tapi produk B lebih tahan lama. Akhirnya? Dibeli dua-duanya 🙂

Boros? Jelas! Sedih karna uang cepat habis untuk dandan? Belum tentu! Sedih karna akhirnya tidak cocok. Nek ini iya.

Hal yang belum tentu dimengerti oleh para lelaki adalah, para perempuan ini sebelum menemukan merk make up yang cocok pasti melakukan percobaan banyak sekali. Taruhanya? Selain rasa pedih di wajah juga mengakibatkan kondisi wajah yang tidak lagi mulus, dan uang yang tidak sedikit dihabiskan untuk mencoba ini itu sebelum akhirnya “ketemu”.

Dandan bukanlah perkara mudah, mas. Para perempuan harus tahu benar kekurangan dari dirinya sendiri dan bagaimana cara membuat kekurangan tersebut samar. Perempuan harus paham, campuran warna apa saja yang cocok dan wangun untuk diaplikasikan supaya sempurna. Perempuan harus mengerti garis yang simetris, garis yang sejajar supaya ketika membentuk alis tidak belepotan, mengaplikasikan eye liner tidak mencos-mencos, dan memulas lipstick tidak ndledek sampai pinggir.

Selain hal tersebut, sak jan-jane, perempuan berdandan untuk siapa? Untuk suami? Untuk gebetan? Untuk pacar? Atau untuk dirinya sendiri? Ya untuk perempuan lain. La wong kalau lihat perempuan lain lebih cantik trus mbatin, “Duh, kae kog ayu, lehku dandan muk ngene”. Yup, the power of ora gelem kalah.. Hahahah

Author: Alfonsa Juliana

Comments 1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 28 = 29

Shares