Cek Aja Gugel!

Di era-era yang semuanya dihital dan bersinggungan dengan internet ini membuat peranan manusia sebagai makhluk sosial makin memudar. Lha bagaimana tidak? Semua kebutuhan bisa dipenuhi sendiri, tinggal klak klik klak klik sudah bisa makan, sudah bisa rono rene dan tidak sedikit yang sudah bisa dapat yhang. Enak banget to? Hidup berasa simple. Internet is answer.

Anak-anak sekarang juga ndak butuh bawa buku berkilo-kilo ke sekolah, cukup bawa tablet dan sat set sat set dengan bantuan gugel akan membawanya ke garis prestasi. Ya asal ndak buat nonton naruto xxx atau yang sejenisnya.

Namun nyatanya semua yang ena-ena tidak semua membawa ena-ena. Contohnya beberapa kali saya alami sendiri, seperti ketika saya nyasar di daerah Timoho. Tujuan saya adalah ke salah satu day care di sana, pas ndilalah kesasar ya saya nanya dong sama rang orang sekitar dan jawabannya semua sama:

“Di gugel aja”

Dan saya mung mbatin, kalo di gugel sudah nemu itu tempat ndak kiro saya mangap nanya cyn~

Hal ini terulang dalam banyak momen, ketika saya mencari sesuatu atau bertanya akan sesuatu kepada orang-orang yang saya anggap mengerti jawabannya adalah:

“Coba cek gugel”

Padahal saya adalah tipikal orang yang sudah mentok nyari baru bertanya ke orang lain. Jawaban “cek aja gugel” merupakan jawaban yang paling nylekit karena mungkin jawaban tersebut adalah kalimat kamuflase dari “aku dewe ra reti” atau “ojo takon aku lah” atau “heleh pertanyaan ra metu duit e”. Tapi agar dianggap masih care dengan orang lain maka keluarlah kalimat tersebut.

“CEK AJA GUGEL”

Mungkin suatu hari nanti ketika tanda alien datang ke bumi sudah makin kuat, pipis sudah bisa diolah jadi air minum dan dunia dipenuhi robot. Mungkin saat itu saya akan menanyakan tentang kabarmu dengan gugel.

“Halo gugel, kabar mantanku gimana?”

Njepat.

Author: Trivena Sukadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 + 1 =

Shares