Sepiro Sangu Dolan lan Momong Anak?

Dolan bisa jadi kebutuhan pokok umat manusia saat ini. Berekreasi dan melupakan sejenak beban pekerjaan merupakan hal yang lumrah dilakukan. Apalagi bagi masyarakat di perkotaan. Setiap hari bertemu dengan pekerjaan yang menyita waktu dan pikiran serta menghadapi kemacetan jalan yang semakin embuh jelas membuat keinginan untuk dolan semakin besar dan biasanya diluapkan saat hari libur tiba atau pada saat sore setelah pulang kerja. Sekarang ini, begitu banyak tempat yang bisa dijadikan tempat untuk dolan. Begitu banyak informasi di media sosial baik Twitter maupun Instagram yang membagi tempat-tempat dolan dan ini bisa dijadikan rujukan serta  alternatif melepas penat dan lelah setelah bekerja.

Bagi yang sudah punya anak, dolan sambil momong anak adalah kegiatan yang menyenangkan. Selain melepas lelah untuk diri sendiri, melihat anak menjadi lebih banyak tersenyum dan tertawa tentunya membawa efek bahagia yang berlipat-lipat toh? Tetapi, sebenarnya berapa sangu yang biasanya dibutuhkan saat dolan dan momong anak? Yo mosok dolan ora sangu duit. Sangat tidak mungkin di tempat dolan tidak ada yang jualan. Sangu dari rumah? Bisa, tetapi dolan dan jajan ki ora iso dipisahno kala-kala.

Misalnya, dolan di Alun-Alun atau di taman kota atau katakanlah tempat yang mendadak ngehitz di suatu daerah. Hitunganya dari bahan bakar, katakanlah sepuluh ribu rupiah. Kemudian biaya parkir, dua ribu rupiah. Kemudian jalan-jalan dan playon di area tersebut. Kesel, trus tumbas es teh. Harga yang umum ya dua ribuan. Itu kalau belinya di warung atau angkringan. Kalau belinya teh kemasan botol dalam keadaan dingin? Bisa enam ribu sampai tujuh ribu rupiah. Selanjutnya? Jajan panganan yang ada di situ. Bisa berupa cilok, cireng, cimol, cipok (aci diemplok), empek-empek sewunan, siomay, tahu bulat, endog gemak ceplok, jala-jala, bakwan kawi, batagor, bakso, mie ayam, tempura, pisang aroma, roti bakar, martabak, otak-otak, molen, onde-onde, putu, klepon, cenil, gethuk, aneka gorengan, sampai kremeh-kremeh atau kletikan. Wes monggo dipilih, dan dihargai lima ribu rupiah misalnya. Itu kalau belinya kalau cuma satu jenis, kalau sampai dua atau tiga jenis panganan? Monggo dikalikan sendiri.

Minuman, sudah; panganan, sudah. Belum berhenti sampai di situ sodara-sodara. Karna ini kasusnya dolan sekalian momong anak, maka ada sangu untuk nanti naik odong-odong, naik kereta listrik, dolanan mancing-mancingan, dolanan prosotan seko plastik sek mlembung kae, tumbas kitiran, tumbas balon sek bentuke tokoh kartun, tumbas topeng, tumbas bis-bisan, tumbas truk-trukan, tumbas dolanan pasaran, tumbas dolanan plembungan dari air itu, tumbas kitiran, tumbas tongkat ibu peri yang kalau digoyangkan bunyi mak criiing, ya pokoknya yang babagan dolanan-dolanan dan tumpak-tumpakan ikulah. Itu kalau satu jenis dolanan dan tumpakan. Kalau dua atau tiga? Monggo dikalikan dengan harga rata-rata lima ribu sampai sepuluh ribu.

Uwes rampung? Durung. Nanti pada saat pulang, kalau biasanya dolan sore itu berakhir pukul tujuh malam, bisa saja mampir di lesehan untuk makan atau minim tumbas bakso sebagai makan malam. Belinya selain untuk dimakan di tempat juga sekalian untuk dibungkus sebagai oleh-oleh. Umumnya, kalau di rumah masih ada kedua orangtua, yang dua bungkuslah ya. Kalau total ada empat porsi bakso yang dibeli dengan harga kisaran delapan ribu rupiah, sudah tiga puluh dua ribu rupiah untuk makan malam di hari itu. Itu belum termasuk minumnya loh, atau misalnya anak minta porsi sendiri.

Itu baru hitungan untuk satu hari saja dan satu anak. Kalau dolan sekalian momong anaknya setiap hari? Konsisi sudah punya dua anak yang masih kanak-kanak? Seminggu sekali wes, pas hari Sabtu. Kalau sekali dolan bisa sampai lima puluh ribu, maka dalam sebulan dua ratus ribu itu baru untuk dolan dan momong anak. Ukih yo jebulane? Iyolah. Itu lima puluh ribu itu kalau anaknya tidak pakai acara nangis di tempat. Kalau misalnya, anak nangis pas mau tumbas kitiran; mana mungkin orangtua tega membiarkan begitu saja? Jelas oralah. Mesti yo dineng-nengi dengan cara dibohongi atau ditumbaske. Dan biasane, ditumbaske kui sek paling ampuh bikin anak tidak nangis lagi.

Nah, sekarang setelah tau ngengrenganya, kira-kira berapa sangu dolan dan momong anak idealnya?

Author: Alfonsa Juliana

Comments 5

  • Ane sih belum nikah tapi dulu waktu kecil abah ama ummi ane momong ane cuma diajak ke lempuyangan bawah jembatan itu sambil didulang. Dan hampil 0 bajet karena makan minum juga dari rumah. Paling mahal mungkin diajak nonton biokop ke widya nonton jacky chan. Balik nant biasanya makan tongseng di dejet JEC dulu sepertinya cuma 7000 / porsi, atau di burjo deket paramita lempuyangan pesen mie goreng + makan ndog gemak yang di plastiki itu.

    Kayak nya jaman sekarang ketika ane punya anak besok kayak e juga tidak akan jauh beda, hanya mungkin sekarang kalau mau ke lokasi ane dimomong dulu sekarng ada yang jualan balon, odong2 dll. Paling nahbah biaya itu aja + parkir. Mungkin maksimal 20 ribu.

    Belum lagi kalau mau memanfaatkan fasilitas umum yang a ke tamada seperti musium dll mungkin juga habisnya tidak akan sama, agak mahal mungkin kalau diagak mahal kalau ke taman pintar tiet nya @15k , kalau dateng bertiga sama parkir abis 50k.

    Ya kurang lebih semungkin segitu, kalau ane ideal nya Rp.0 tapi sekali2 bayar dan abis 50k juga gakpapa. makan minum tetep bawa sendiri. Kecuali emang kalau momong nya di mall mungkin beda habisnya.

    kalau balik masih laper ya nanti mampir olala atau rata rata, kalau mau agak enakan nanti tak jak ke olive atau popey, 7000 udah lauk pupu kentaki + ada es teh nya

    Nek aku sih besok tak didik gak jajan, pelit yoben. ben reti rekoso. Masalah e ane dulu juga cuma digituin dan itupun dulu udah ngerasa seneng banget. Dan kalau dulu abah dan ummi ane momong keluar rumah biasane abis abah ane gajian atau mentok seminggu sekali. 😀

  • Itu belum termasuk itungan kalau ibune ikutan diajak 😀

  • duh.. tulung jupukke bodrek.. rung manak wis mumet ki

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares