Meriahnya Imlek

Selamat tahun baru! Mungkin begitu ucapan yang paling tepat pada teman-teman yang merayakan Sincia. Sekaligus merayakan Sincia, ada mb mb (atau harus kita panggil ci?) yang bersedia njagong dan bercerita soal tahun baru ini. Sodara beliau adalah Mb Trivena Sukadi, yang punya blog dan juga twitter di @rifens_tree.

Oiya, tidak lupa kami ucapkan 恭喜发财,红包拿来 (mbuh artine apa, ditulis men ketok wangun wae) :mrgreen:


Bagi saya atau temen-temen jagongan yang lahir dengan garis keturunan tionghoa pasti sudah akrab sekali dengan hari raya yang satu ini, Imlek. Ho’oh Imlek yang ada barongsai dan merconnya itu lo. Sebenarnya saya bersyukur sekali bisa merayakan Imlek dimasa sekarang karena saya dan teman-teman tionghoa yang lain bisa dengan merdeka atau bebas merayakan hari besar ini, ndak perlu sembunyi-sembunyi lagi seperti jaman dulu. Jaman dulu emak dan engkong saya harus sembahyang di rumah, saya harus dijemput papa dari sekolah sebelum sekolah bubaran dengan alasan ada acara keluarga yang sangat mendesak atau saya hanya bisa makan bersama keluarga tanpa keriaan seperti sekarang.

Kalau sekarang pingin ngono rasane salaman sama Gus Dur dan bilang “Kamsia ya Gus…” ya, setelah Gus Dur menjabat sebagai presiden beliau membolehkan saya dan saudara-saudara tionghoa diseluruh Indonesia untuk merayakan Hari Raya Imlek. Tapi tulisan saya ini ndak akan mbahas tentang kenapa dan bagaimana kok sampe bisa Hari Raya Imlek itu dilarang di Indonesia, saya pingin mbahas sebagian kecil meriahnya Imlek ya…

1. Bakar Uang Kertas
Biasanya tiap malam sebelum Hari Raya Imlek saya selalu dipekso-pekso sama mama atau emak saya untuk pergi ke klenteng, tujuannya ya untuk berdoa. Berdoa pada dewa-dewi yang selama satu tahun ini sudah ngasihi rejeki, kesehatan atau keberuntungan. Nah, selain itu biasane saya juga harus mbakar uang kertas, uang kertas ini bukan uang sungguhan ya…cuma uang-uangan atau kami biasa nyebutnya Jinzi. Uang kertas tadi akan dibakar di klenteng tujuannya adalah untuk nyangoni
emak, engkong, kung-kung atau bobo kami yang sudah meninggal agar bisa beli-beli barang yang mereka pingin di akhirat sana. Semakin banyak jinzi yang dibakar maka diyakini akan semakin banyak berkah yang kita dapat satu tahun kedepan.

2. Hujan
Hujan juga termasuk kejadian yang paling ditunggu oleh kami yang merayakan Imlek sebab kata emak saya pas Imlek terus ada hujan deres itu tanda bahwa akan ada berkah dan keberuntungan yang sama banyak dengan hujan yang turun tapi kalau srengenge ne lagi mode on ya berarti satu tahun kedepan diyakini sebagai tahun yang sulit untuk kehidupan, begitulah jare emak saya.

3. Mie
Dalam budaya tionghoa mie adalah makanan yang paling sering kami santap sehari-hari modelnya bisa beragam mulai dari kwetiew, bihun, soun, mie sua atau mie-mie yang lain. Olahan mie ini juga harus wajib ada di meja makan saat Imlek istilahnya liyane gak enek gapopo sing penting mie kudu enek. Nah, olahan mie ini biasanya dicampur sayuran dan daging ayam atau sapi atau kalau daging babi lagi murah ya kadang dicampur daging babi, makan mienya juga ndak boleh sembarangan. Ambilnya mie harus pake sumpit dan ditarik sampek tinggi. Diyakini siapa yang bisa ngangkat sumpit paling tinggi maka dia yang bakal dapet berkah yang paling banyak nantinya. Selain itu makan mie pas Imlek juga sebagai perwujutan doa agar kami diberikan umur panjang.

4. Angpao
Bagi-bagi angpao adalah kegiatan paling ditunggu pas Imlek, bagi siapapun yang belum menikah bisa dapet angpao. Biasanya sebelum nyuwun angpao kami yang masih belum menikah akan melakukan Kiong-Hi atau memberi selamat dan mendoakan keluarga yang lebih tua. Setelah kiong-hi maka para keluarga yang dituakan atau yang sudah menikah akan dengan rela ngasi amplop warna merah yang isinya duit kepada yang muda atau anggota keluarga yang belum menikah. Dulu pas kecil saya dapet angpao bisa sampe satu atau dua juta dari saudara-saudara, yaa…dongane tahun ini bisa dapet banyak jugalah buat nyicil perabot tep cicilan sing utama

5. Mercon dan Barongsai
Pas hari Imlek ndak mungkin ndak ada barongsai pasti ada barongsai dan bolone…mercon. Sebenernya kedua hal tersebut termasuk unsur paling penting dalam Imlek kenapa begitu? Karena tarian barongsai dan suara mercon diyakini sebagai alat pengusir segala ketidakberuntungan dan keburukan yang dikhawatirkan akan menghampiri atau ngandoli kita selama satu tahun kedepan. Kalau teman-teman punya rejeki lebih pas nonton barongsai boleh lo nyangoni yang main barongsai caranya gampang tinggal masukan beberapa ribu diamplop trus lambaikan tangan sambil pegang amplopnya, niscaya barongsai akan menghampiri dan teman-teman tinggal masukan amplop tadi ke mulutnya barongsai.

Nah, itu tadi sakcuwil dari meriahnya Hari Raya Imlek…semoga teman-teman Jagongan diberi kesehatan, rejeki dan keberuntungan selama satu tahun kedepan.

Gong Xi Fa Cai!
Terima transferan angpao, untuk nomer rekening bisa lewat DM ya…xie-xie kecup

Comments 9

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares